Nasib Starlink Tidak Jelas di Indonesia, Ini Respons Kemenkominfo

Rabu, 12/06/2024 21:52 WIB
Starlink Diundang Masuk RI Kecepatan Bisa Libas Provider di Indonesia foto : mobitekno.com

Starlink Diundang Masuk RI Kecepatan Bisa Libas Provider di Indonesia foto : mobitekno.com

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan bahwa Starlink awalnya ogah membangun perusahaan di Indonesia. Perusahaan internet berbasis satelit milik Elon Musk itu mulanya hanya mau jualan di Tanah Air.

Ketua Tim Perizinan Telekomunikasi, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (DJPPI) Kominfo Falatehan mengatakan, Kominfo sudah puluhan kali bertemu dengan pihak Starlink.

Setelah melewati proses negosiasi yang panjang, akhirnya mereka mau mengikuti regulasi yang ada di Indonesia.

"Kami ketemu mereka sudah mungkin puluhan kali, dari mereka tidak mau mempunyai PT, hanya mau melayani Indonesia saja, dengan segala macam cara akhirnya, mereka punya PT, mereka ikut regulasi Indonesia dan sampai mereka terbit izin," ujar Falatehan dalam acara Selular Business Forum (SBF) di Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Falatehan juga mengatakan aturan yang ada berlaku secara umum. Semua entitas usaha yang mengajukan perizinan bisnis jaringan tetap harus patuh. 

Kominfo juga menampik pernyataan yang menyebut pemerintah memberikan karpet merah ke Starlink. Sebab menurutnya, izin usaha Starlink sempat ditahan Kominfo selama tiga tahun sejak 2021, sebelum akhirnya Starlink resmi beroperasi di Indonesia pada Mei 2024.

"Dari regulasi, kami tidak pernah membedakan izin Starlink dan lain. Kalau kami memberikan karpet merah, itu nggak terbukti, karena izin usahanya kami tahan 3 tahun dari April 2021," jelasnya dikutip dari CNBC Indonesia.

Saat ini, Starlink telah mengantongi Izin Penyelenggaraan Telekomunikasi untuk Layanan Jaringan Tetap Tertutup Media VSAT pada 6 Aprll 2024 dan Layanan Akses Internet(ISP) pada 21 April 2024.

"Di perjalanan, akhirnya setelah 3 tahun lebih baru mereka dapat izin. Dapat 2 izin, izin pertama izin dengan VSAT tanggal 6 April dan ISP 21 April," kata dia.

Dalam perkembangannya, Starlink memang mendirikan perusahaan di Indonesia, namun dianggap tidak menyerap banyak pekerja dan investasi.

Saat rapat bersama Komisi VI DPR RI, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ditanya mengenai investasi Starlink di Indonesia.

"Saya jujur Starlink ini menurut Online Single Submission (OSS), investasinya Rp 30 miliar," ujar Bahlil saat rapat.

Lebih lanjut, Bahlil mengungkap tenaga kerja Starlink di Indonesia yang terdaftar sejumlah 3 orang. Namun, ia tak merinci lebih lanjut terkait detil operasional Starlink.

"Saya takut nanti akhirnya melahirkan multi interpretasi," jelasnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar