Satire, Mahfud MD Sebut Kalau Badut Menghuni Istana Ini yang Terjadi

Jum'at, 07/06/2024 07:20 WIB
Kabupaten Karimun, Kepri - Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mengajak ribuan kader Partai Hanura di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik di masa depan. Mahfud kemudian menyampaikan optimismenya untuk kemenangan di Pemilu 2024 nanti. Sebagai partai pendukung dan koalisinya, Mahfud berharap kebaikan yang ditebarkan Hanura berdampak positif dalam kemajuan bangsa. (Foto TPN Ganjar-Mahfud)

Kabupaten Karimun, Kepri - Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD mengajak ribuan kader Partai Hanura di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik di masa depan. Mahfud kemudian menyampaikan optimismenya untuk kemenangan di Pemilu 2024 nanti. Sebagai partai pendukung dan koalisinya, Mahfud berharap kebaikan yang ditebarkan Hanura berdampak positif dalam kemajuan bangsa. (Foto TPN Ganjar-Mahfud)

Jakarta, law-justice.co - Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD menggunakan nada satire dalam mengkritik pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) saat ini.

Dalam cuitan dalam akun media X pribadinya, mantan Menko Polhukam itu mengutip sebuah pepatah Turki tentang pemerintahan. Dia mengungkapkan bahwa pepatah itu diperolehnya dari kiriman seorang teman mantan pejabat tinggi yang tidak disebutkan namanya.

“Seorang teman mantan Pejabat Tinggi mengirim pepatah Turki ini kepada saya: "Kalau badut menghuni istana, dia bukannya jadi raja; melainkan istana lah yang menjadi panggung sirkus," tulis Mahfud.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini menyebut bahwa seorang teman itu tidak menjelaskan apa maksudnya.

“Dia tak menjelaskan apa pun dan hanya bilang, Ini pepatah Turki," sambungnya.

Dalam cuitannya itu, Mahfud juga menyertakan kalimat aslinya dalam Bahasa Inggris yang berbunyi: “When a clown moves into a palace, he doesn`t become a king. The palace becomes a circus”. Di bawahnya kemudian tertulis Turkish Proverb.

Praktis cuitan Mahfud itu dibanjiri komentar netizen yang sebagian besar bersepakat dengannya.

Besar dugaannya, cuitan ini menyindir keras pemerintahan Jokowi yang telah melakukan akrobat hukum demi kepentingan politiknya.

Sebelumnya, Mahfud mengungkapkan hal tersebut dalam kanal Youtube Mahfud MD Official.

Dengan nada keras, Mahfud mengkritisi keluarnya Putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengubah syarat batas usia minimal calon kepala daerah pada Pilkada 2024.

“Negara ini cara berhukumnya sudah rusak dan dirusak, biar saja busuk tambah busuk, biar nanti kebusukan itu akan runtuh sendiri suatu saat. Apa yang kau mau lakukan, lakukan saja mumpung anda masih punya posisi untuk melakukan. Tapi suatu saat, kebusukan itu bisa memukul dirinya sendiri ketika orang lain menggunakan cara yang sama,” tandas Mahfud.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar