Demi Timnas Indonesia, STY Tetap Buka Pintu untuk Pemain Naturalisasi

Rabu, 05/06/2024 17:51 WIB
Indonesia Tersingkir dari Piala Asia U-20, Ini Respons Shin Tae Yong. (Doc PSSI).

Indonesia Tersingkir dari Piala Asia U-20, Ini Respons Shin Tae Yong. (Doc PSSI).

Jakarta, law-justice.co - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae Yong dengan tegas menyatakan masih membuka pintu untuk pemain-pemain naturalisasi yang ingin membela Timnas Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, pintu Timnas Indonesia untuk pemain-pemain naturalisasi terbuka lebar. Banyak pemain yang ditempa oleh akademi-akademi klub Eropa dan kini berkiprah di klub Eropa akhirnya membela Timnas Indonesia.

Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Justin Hubner, Rafael Struick, Nathan Tjoe A On, dan Ragnar Oratmangoen adalah deret nama yang kemudian memperkuat Timnas Indonesia. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat kualitas Timnas Indonesia meningkat pesat. Yang terkini, Calvin Verdonk juga sudah resmi jadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Seiring gelombang pemain-pemain naturalisasi, Shin Tae Yong menyatakan masih membuka peluang bagi pemain-pemain naturalisasi lainnya untuk membela Timnas Indonesia.

"Para pemain dari Eropa, kalau mereka punya darah Indonesia, mereka punya kesempatan untuk membela Indonesia. Saya sangat terbuka pada mereka yang mau membela timnas serta punya kualitas."

"Jadi selama mereka bisa meningkatkan kualitas Timnas Indonesia, kami akan terus mencari pemain dari Eropa yang berdarah Indonesia," jelas Shin Tae Yong dikutip dari CNN Indonesia.

Kehadiran pemain-pemain naturalisasi yang meningkatkan kualitas Timnas Indonesia bisa terbukti dari performa Skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia. Timnas Indonesia kini berpeluang besar lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Timnas Indonesia hanya butuh satu kemenangan dari dua laga lawan Irak dan Filipina untuk memastikan diri lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia. Bila lolos ke babak ketiga, Timnas Indonesia bisa langsung memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 andai bisa duduk di posisi dua teratas pada akhir klasemen.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar