Dasco Tegaskan Negara Tak Darurat Rekonsiliasi, Sindir Pemain Tikungan

Rabu, 22/05/2024 14:18 WIB
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Sufmi Dasco Ahmad  (ist)

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (ist)

Jakarta, law-justice.co - Ketua Harian Partai Gerindra, Dasco, menyindir pihak-pihak yang belakangan menyuarakan rekonsiliasi 01, 02, dan 03. Dasco heran karena Indonesia saat ini tidak dalam keadaan darurat rekonsiliasi.

"Kalau menurut saya Indonesia tidak dalam keadaan darurat rekonsiliasi, karena kalau dibilang rekonsiliasi 01, 02, dan 03, itu 01 yang mana? 03 yang mana? Ya kan," kata Dasco kepada wartawan, Selasa (21/5/2024).

Dasco mengatakan saat ini pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan para pihak lainnya. Menurutnya, pembicaraan rekonsiliasi juga sebagian sudah selesai dan sebagian sudah berproses.

"Karena ini kan sebagian sudah dikerjakan oleh para pihak terutama yang menang pilpres. Nah ini kan perkembangan-perkembangan rekonsiliasi itu kan pembicaraan-pembicaraan itu juga tidak pernah diumumkan ke publik karena saat ini itu ada yang sudah selesai, kan kalau 01 itu kan kita ada PKS, ada NasDem, ada Partai Ummat, kan gitu, sama juga dengan 03, ada PDIP, ada Hanura, ada PPP," jelasnya.

"Tapi kan itu semua sedang dalam penjajakan dan ada juga yang sudah tercapai kesepakatan, kan gitu, dan itu kita tidak pernah umbar ke publik," sambungnya dilansir Detik.

Karena itu lah, Dasco mengaku heran ketika ada pihak yang baru menyuarakan rekonsiliasi. Dia menyindir pihak tersebut sebagai pemain tikungan.

"Sehingga lucu aja ketika pemain-pemain tikungan ini yang tidak mengerti sudah sampai sejauh mana ingin menggagas rekonsiliasi 01, 02, dan 03, yang menurut kita sudah berjalan on progress dan ya dalam tahap tahap finishing, kan gitu. Justru dengan adanya pemain-pemain tikungan ini yang membuat ini rekonsiliasi menjadi seperti keadaan darurat, padahal nggak begitu," ujar dia.

Waketum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), sebelumnya menyatakan akan membuat acara rekonsiliasi nasional antara kubu 01, 02, dan 03. Acara tersebut direncanakan bakal digagas bersama dengan politikus Maruarar Sirait.

Hal itu disampaikan dalam acara `Tribute to Bang Akbar Tandjung` di gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Minggu (19/5). Mulanya Bamsoet menyapa para undangan yang hadir.

"Maruarar Sirait ini adalah tokoh PDI Perjuangan yang sekarang sedang mengukir sejarah menjadi tokoh Gerindra. Gagasan ini gagasan yang luar biasa," kata Bamsoet dalam sambutannya.

Bamsoet kemudian menyinggung salah satu gagasan yang ingin dibawa Maruarar dan dirinya untuk menciptakan acara rekonsiliasi. Ia ingin ada suasana yang damai setelah Pilpres 2024 berlangsung.

"Kami bersama Mas Ara juga sedang menyiapkan sebuah gagasan rekonsiliasi nasional. Bagaimana kita mempertemukan dalam suatu forum diskusi yang hangat, bicara tentang bangsa dan negara antara 01, 02, dan 03 dalam waktu dekat ini," ungkap Bamsoet.

Bamsoet menyebut tantangan bagi pemerintahan ke depan tak mudah. Untuk itu, katanya, setiap pihak mesti mendorong adanya kerja sama dan kerukunan.

"Tantangan ke depan bangsa ini sangat berat, sehingga perlu kekompakan, kegotongroyongan dan saling memahami, saling mendukung satu sama lain antara presiden terpilih Prabowo Subianto dan presiden hari ini, Jokowi dengan presiden-presiden sebelumnya menjadi satu membangun bangsa dan negara ke depan," imbuhnya.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar