Ketika Try Sutrisno Beri Pesan Penting ke Presiden Terpilih Prabowo

Selasa, 21/05/2024 09:31 WIB
Ketika Try Sutrisno Beri Pesan Penting ke Presiden Terpilih Prabowo. (Menhan).

Ketika Try Sutrisno Beri Pesan Penting ke Presiden Terpilih Prabowo. (Menhan).

Jakarta, law-justice.co - Mantan Wakil Presiden, Try Sutrisno secara resmi menitipkan pesan kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang telah menjadi Presiden terpilih melalui Pilpres 2024.

Dia berharap Prabowo menguatkan iman dan mendekatkan diri kepada Tuhan saat menjadi presiden. Dia menyebut keimanan dapat menahan amarah seseorang.

"Pertama, kuat imannya, kuat bertuhannya, kalau orang yang bertuhan itu tidak akan jelek, kalau marah, astaghfirullah. Kuatkan imannya," kata Try di kediamannya di Kawasan Jakarta Pusat, Senin (20/5).

Try juga berharap Prabowo dapat melakukan manajemen waktu dengan baik untuk mengkoordinasikan menteri di kabinetnya.

"Setelah itu, terus pelajari dalam dan luar, menterinya banyak, pertahanan, ekonomi, teknik, keuangan, bagaimana caranya tersentuh semua enggak? Bagi waktunya itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Try memberikan nasihat kepada Prabowo agar tidak menonjolkan keburukannya. Ia berkelakar keburukan seorang pemimpin dapat terekam oleh awak media.

Menurutnya, keburukan seorang pemimpin yang terekam awak media dapat menurunkan kepercayaannya di mata publik.

"Apalagi televisi, televisi jail, apalagi pas cekrek kena, kalau melek diambil, kalau udah tidur hahaha. Jadi jangan mempertontonkan kejelekan anda di muka umum karena televisi di mana-mana. Sekali begitu, tidak dipercaya," katanya.

Di sisi lain, Try turut memuji Prabowo sebagai sosok yang cerdas dan sabar. Namun, ia ingin kecerdasan dan kesabaran itu diselaraskan dengan hati yang baik.

"Jangan pintar hatinya jelek, menipu nanti. Pentingnya otak hatinya baik, welas asih, otak baik, hati baik, imannya kuat, baru karena presiden itu tidak mudah," ujarnya.

Try menyambut baik gagasan Prabowo yang ingin membentuk presidential club. Menurutnya, gagasan tak sekadar omongan belaka melainkan turut dilakukan dengan hati.

"Merangkul orang jangan hanya omongan, tahu ya. Merangkul jangan hanya omongan tapi dari hati," ujarnya.

Try turut berharap club tersebut tak menjadi elitis dan melupakan banyak masyarakat Indonesia yang masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Kalau mikir semua, nah kalau lembaga tinggi ini semua tapi iuran uang saku potong 10 persen kasih orang miskin. Nah jadi bikin hal yang positif konstruktif kreatif," katanya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar