Polri: Modus Pemalsuan STNK Nopol Khusus `ZZ` Dijual Rp55-100 Juta

Jum'at, 03/05/2024 10:38 WIB
Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang membongkar peredaran meterai Rp 10 ribu palsu dan mengamankan enam orang tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka telah beraksi selama 3,5 tahun. Menurut dia, pemasarannya hingga lintas provinsi. Robinsar Nainggolan

Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang membongkar peredaran meterai Rp 10 ribu palsu dan mengamankan enam orang tersangka. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan tersangka telah beraksi selama 3,5 tahun. Menurut dia, pemasarannya hingga lintas provinsi. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Korps Lalu Lintas Kepolisian Indonesia (Korlantas Polri) menyatakan bahwa terdapat banyak pelaku pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan pelat nomor khusus `ZZ` yang dimanfaatkan masyarakat sipil.

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri, Brigjen Pol Yusri Yunus mengatakan modus pemalsuan itu masih ditemukan usai pihaknya mengubah kode pelat nomor khusus yang semula `RF` menjadi `ZZ` sejak akhir 2023 lalu.

"Tetapi orang Indonesia ini inovasinya tinggi, sangat tinggi, jago-jago dia memalsukan. Sipil kemarin sudah banyak kami tangkap ya," ujar Yusri dalam keterangannya, Jumat (3/5).

Yusri mengatakan pelaku pemalsuan tersebut tidak jarang menawarkan paket pelat nomor khusus `ZZ` lengkap dengan STNK palsu. Harganya, kata dia, dibanderol mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Dia menambahkan penggunaan pelat nomor khusus dan STNK palsu itu juga kebanyakan dimanfaatkan para pemilik kendaraan mewah.

"Berapa dijual STNK sama pelat nomor palsu? Yang paling murah Rp55 juta, paling mahal Rp100 juta. Yang memakai mobil harga Rp5 miliar," tuturnya.

"Setelah saya cek nomor register STNK, teregister untuk motor Mio padahal mobilnya Land Rover harga Rp5 miliar," imbuh jenderal bintang satu itu.

Deteksi lewat alat RFID
Lebih lanjut, Yusri mengatakan pemalsuan pelat nomor khusus itu bahkan sulit untuk diketahui secara kasat mata. Kendati demikian, ia memastikan pelat-pelat palsu tersebut tetap dapat terdeteksi melalui alat RFID.

Pasalnya, kata dia, RFID merupakan stiker tertentu yang memang sengaja ditempelkan Korlantas pada pelat nomor khusus. Oleh karena itu dia mengatakan petugas lantas tetap bisa mendeteksi asli tidaknya pelat nomor khusus dengan alat pemindai.

"Namanya RFID, isinya database kendaraan. Kami punya alat di lapangan buat patroli. Cukup cek saja ke pelat nomor itu. Kalau tidak ditemukan berarti palsu," tuturnya.

Di sisi lain, Yusri mengatakan Korlantas Polri nantinya juga bakal memberikan alat pemindaian RFID kepada Puspom TNI sehingga dapat juga mendeteksi pemalsuan pada pelat khusus TNI.

"Selain itu ETLE, law enforcement, yang ada di lapangan semuanya sekarang juga sudah bisa membaca RFID," kata pria yang pernah menjadi Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar