MK Terima 47 Amicus Curiae Sidang Sengketa Pilpres 2024

Sabtu, 20/04/2024 14:53 WIB
Gedung Mahkamah Konstitusi.

Gedung Mahkamah Konstitusi.

Jakarta, law-justice.co - Mahkamah Konstitusi (MK) menerima 47 dokumen amicus curiae (sahabat pengadilan) sidang perkara sengketa hasil Pilpres 2024 hingga Jumat 19 April 2024 kemarin. 

Dokumen amicus curiae itu diajukan oleh perorangan maupun kelompok dari kalangan akademisi, hingga masyarakat sipil. Di antaranya adalah Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri hingga Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab. 

Kendati demikian, Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan bahwa pihaknya hanya akan mendalami 14 amicus curiae yang diajukan sebelum Selasa (16/4/2024) lalu. 

“Itu keputusan majelis hakim,” katanya kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (20/4/2024). 

Menurut Fajar, hakim konstitusi perlu menyesuaikan waktu pendalaman berkas-berkas tersebut dengan rapat permusyawaratan hakim (RPH). Pembatasan itu juga disesuaikan dengan batas waktu penyerahan kesimpulan para pihak dalam perkara sengketa hasil pilpres. 

Meskipun belum tentu dijadikan pertimbangan dalam pengambilan putusan, dia menyebut bahwa amicus curiae tetap akan dikaji oleh majelis hakim. 

Sementara itu, terhadap amicus curiae lainnya, pihaknya menjamin bahwa hal tersebut tetap diterima dan diregistrasikan dengan baik. Berikut daftar 47 pihak yang mengajukan amicus curiae ke MK hingga Jumat (19/4/2024): 1. Barisan Kebenaran Untuk Demokrasi 2. Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) 3. Tonggak Persatuan Gerakan Untuk Indonesia (TOP Gun) 4. Aliansi Akademisi dan Masyarakat Sipil 5. Pusat Kajian Hukum dan Keadilan Sosial (Center For Law and Social Justice) LSJ FH UGM 6. Pandji R Hadinoto 7. Busyro Muqoddas, Saut Situmorang, Feri Amsari, Usman Hamid, Abraham Samad, dll 8. Organisasi Mahasiswa UGM-UNPAD-UNDIP-Universitas Airlangga 9. Megawati Soekarnoputri 10. Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) 11. Yayasan Advokasi Hak Konstitusional Indonesia (YAKIN) 12. Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) 13. Stefanus Hendriyanto 14. Komunitas Cinta Pemilu Jujur dan Adil (KCP-JURDIL) 15. Indonesian American Lawyers Association 16. Reza Indragiri Amriel 17. Gerakan Rakyat Penyelamat Indonesia dengan Perubahan 18. Burhan Saidi Chaniago 19. Tim Advokasi Peduli Hukum Indonesia 20. Subhan 21. Gerakan Rakyat Menggugat (GRAM) 22. Tuan Guru Deri Sulthanul Qulub 23. M. Rizieq, Din Syamsudin, Ahmad Shabri Lubis, Yusuf Muhammad Martak dan Munarman 24. Tyasno Sudarto, Soeharto, Dindin S. Maolani, dkk 25. Impian Indonesia 26. Victor Rembeth, Muchsin Al Athas, M.A.S. Hikam, Yanuar Nugroho, A.Shephard Supit 27. Arief Poyuono dan Arifin Nur Cahyono 28. Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara 29. Forum Keprihatinan Purnawirawan Perwira Tinggi TNI-Polri 30. JB Soebtoro 31. Henry Sitanggang & Partners 32. Sutarno dan Wisran 33. Aktivis Reformasi ‘98 34. Sekjen Forum Komunikasi Pengusaha Kecil Menengah Indonesia (FK PKMI) 35. Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Lintas Provinsi 36. Habaib-Ulama dan Tokoh Madura Jawa Timur 37. Elemen Bangsa Berbasis Masjid 38. Barikade 98 39. Kelompok Solidaritas Pemilih TPS 073 Kelurahan Pondok Cabe 40. Ikatan Alumni Universitas Mercu Buana 41. Aliansi Masyarakat Peduli Hukum dan Demokrasi 42. Ezrinal Azis 43. Henrykus Sihaloho 44. Perhimpunan Pemuda Madani 45. Konfederasi Ketum Seluruh Indonesia 46. Konfederasi Pejuang Bela Negara (KPBN) 47. Luckfi Nurcholis.***

(Gisella Putri\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar