Untuk Kerek Pertumbuhan Ekonomi 2025, Investasi Ditargetkan Rp1.906 T

Jum'at, 19/04/2024 11:32 WIB
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) menemukan sejumlah penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara triliunan rupiah saat memeriksa Perusahaan Gas Negara (PGN). Hasil pemeriksaan BPK ihwal kepatuhan atas pengelolaan pendapatan, biaya, dan investasi 2017-2022 PGN yang terbit pada April 2023 menunjukkan ada 16 temuan. Sayang temuan ini dianggap angin lalu oleh penegak hukum.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) menemukan sejumlah penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara triliunan rupiah saat memeriksa Perusahaan Gas Negara (PGN). Hasil pemeriksaan BPK ihwal kepatuhan atas pengelolaan pendapatan, biaya, dan investasi 2017-2022 PGN yang terbit pada April 2023 menunjukkan ada 16 temuan. Sayang temuan ini dianggap angin lalu oleh penegak hukum.

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah menargetkan realisasi investasi tahun 2025 di kisaran Rp 1858,2 triliun hingga Rp 1.906 triliun. Target ini meningkat dari target investasi pada 2024 yang mencapai Rp 1.650 triliun.

Deputi bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar menyampaikan, target investasi tersebut dibutuhkan untuk mendorong Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,5% hingga 7,8% year on year (yoy), agar pertumbuhan ekonomi di 2025 bisa mencapai 5,3%-5,6%.

“Dibutuhkan PMTB 6,5%-7,8% untuk mendorong investasi dalam PDB, oleh sebab itu dibutuhkan PMA dan PMDN sekitar Rp 1.9000 triliun,” tutur Amalia dalam agenda Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat, Kamis 18 April 2024.

Lebih lanjut Amalia menyampaikan, untuk mencapai target investasi tersebut, peran penciptaan iklim investasi menjadi sangat penting terutama sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan pusat daerah dan antar K/L, penyelesaian hambatan pada aspek hukum peraturan prosedur perizinan, serta peningkatan efektivitas pemberian insentif.

Ia menambahkan, selain dari investasi, ekspor juga diharapkan bisa tumbuh kuat sebagai motor pertumbuhan ekonomi pada 2025, dari sisi permintaan.

Ekspor bisa didorong melalui kebijakan hilirisasi dan juga ditingkatkan produktivitas dari sisi produksi terutama pada sektor industri manufaktur yang akan lebih berkembang, serta sektor pertanian yang akan didorong produktivitasnya.

Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 5,3%-5,6% di 2025, pertumbuhan ekspor diharapkan bisa mencapai 7,1%-8,85%. Sementara itu, di sektor pertanian, perikanan dan kehutanan diharapkan tumbuh di kisaran 2,2%-2,4%.

Kemudian pertumbuhan industri manufaktur juga diharapkan bisa tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,5%-6,1%.

“Dengan pertumbuhan tersebut maka, share industri manufaktur akan meningkat menjadi 19,2%-19,6% dari PDB. Saat ini share nya ada di 18,75% dari PDB,” jelasnya dikutip dari Kontan. ***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar