Panglima TNi Tidak Akan Relokasi Gudang Amunisi yang Meledak

Selasa, 02/04/2024 22:20 WIB
Tampak warga mengabadikan kebakaran yang melanda Gudang Peluru milik Kodan Jaya di kawasan Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024). (ist)

Tampak warga mengabadikan kebakaran yang melanda Gudang Peluru milik Kodan Jaya di kawasan Ciangsana, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/3/2024). (ist)

Jakarta, law-justice.co - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan tidak bakal merelokasi Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) milik Kodam Jaya buntut insiden ledakan pada Sabtu (30/3) kemarin.

Pasalnya, seluruh gudang sudah memenuhi standar minimal penyimpanan amunisi. Agus menyebut gudang amunisi yang sempat terbakar kemarin hanya akan diperbaiki seperti sedia kala. 

"Tidak akan direlokasi hanya akan kita perbaiki saja karena itu sudah sesuai SOP," ujarnya kepada wartawan di acara Buka Bersama TNI-Polri di Lapangan Bhayangkara, Selasa 2 April 2024.

"Sehingga tidak ada permasalahan, tidak ada korban jiwa dan sebagainya. SOP-nya sudah bagus, ada bungker kemudian ada tanggul," jelasnya dilansir dari CNN Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak sebelumnya membuka kemungkinan merelokasi Gudmurah milik Kodam Jaya di perbatasan Bekasi-Bogor usai mengalami kebakaran pada Sabtu (30/3) malam.

Lebih lanjut Maruli mengatakan kemungkinan relokasi tersebut bakal dibahas dalam rapat evaluasi pascakebakaran.

"Ya, ada kemungkinan. Semua ada lah. pasti ada nanti dari hasil evaluasi," kata Maruli di Kantor Gudmuran Kodam Jaya, Minggu 31 Maret 2024.

Sebelumnya gudang amunisi milik Kodam Jaya di Kampung Parung Pinang, Dusun Ciangsana, perbatasan Kabupaten Bekasi-Bogor, Jawa Barat, terbakar dan muncul ledakan, Sabtu 30 Maret 2024.

Ledakan terjadi tak lama setelah salat Maghrib berlangsung, yakni sekitar pukul 18.15 WIB dan berlangsung hingga beberapa jam.

Ledakan disinyalir berawal dari gudang nomor 6. Sekitar pukul 18.05 percikan asap muncul pertama kali dari gudang tersebut hingga tak lama menyebabkan ledakan dan kebakaran yang terus merembet.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar