Ini Respons Pertamina Soal Viral Kendaraan Mogok Akibat BBM Campur Air

Selasa, 26/03/2024 15:19 WIB
Ilustrasi BBM tercampur air (dok.Antara)

Ilustrasi BBM tercampur air (dok.Antara)

Jakarta, law-justice.co - Viral di media sosial Pertalite tercampur air dan membuat sejumlah kendaraan mogok. Begini kata Pertamina soal peristiwa tersebut.

Puluhan kendaraan mogok usai mengisi BBM di SPBU Pertamina di Jl. Ir. H. Juanda, Bekasi, Jawa Barat. Dalam narasi yang viral di sosial media, disebutkan sejumlah kendaraan kembali ke SPBU karena mengalami hal serupa. Setelah ditelusuri, BBM jenis Pertalite itu disebut tercampur air.

Pertamina buka suara soal peristiwa tersebut. Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional JBB Eko Kristiawan membenarkan hal itu. BBM Pertalite di SPBU tersebut tercampur dengan air.

"Terjadi dugaan kontaminasi BBM jenis Pertalite dengan air di SPBU 34.17106 Jl. Ir. H. Juanda No. 100 Kota Bekasi pada hari Senin tanggal 25 Maret 2024 pukul 21.00 WIB, hal ini diketahui setelah adanya komplain disertai bukti sample BBM yang terkontaminasi air dari konsumen setelah mengisi BBM jenis Pertalite," jelas Eko saat dikonfirmasi detikOto, Selasa 26 Maret 2024.

Eko lebih lanjut menjelaskan bahwa pihak SPBU bertanggung jawab untuk memperbaiki kendaraan sekaligus mengganti BBM dengan Pertamax. Saat ini SPBU tersebut menghentikan operasional penyaluran dan melakukan pengecekan menyeluruh pada tangki di SPBU tersebut.

"Selama penghentian operasional SPBU 34.17106 Kota Bekasi, sebagai alternatif sementara masyarakat dapat melakukan pengisian BBM di SPBU 34.17135 di Jl. KH. Agus Salim No. 108 Kota Bekasi atau SPBU 33.17101 di Jl. Ir. H. Juanda Kota Bekasi," jelas Eko dikutip dari Detik.

Air yang masuk ke tangki bensin memang sangat membahayakan. Dikutip laman Auto2000, kinerja mobil bisa terganggu bila ada campuran air di dalam tangki bensin. Pasalnya, air bisa menghambat proses pembakaran sehingga performa mobil jadi tidak maksimal.

Tangki bensin yang kemasukan air dapat menyebabkan kerusakan pada sistem penyaluran bahan bakar, seperti pompa bensin, selang bensin, dan karburator. Hal ini dapat menyebabkan mesin mobil menjadi tidak stabil atau bahkan mogok.

Efisiensi bahan bakar juga berpengaruh dari adanya air di dalam tangki bensin. Tak cuma itu, komponen di tangki bensin seperti pipa, selang, dan katup berpotensi mengalami korosi dan berakibat membuat kebocoran tangki.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar