Anies Peringatkan ASN: Kecurangan Pemilu Hanya Untungkan Penguasa

Senin, 12/02/2024 16:03 WIB
Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan), capres nomor urut dua Prabowo Subianto (kiri), dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kali ini bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. Robinsar Nainggolan

Capres nomor urut satu Anies Baswedan (kanan), capres nomor urut dua Prabowo Subianto (kiri), dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo beradu gagasan dalam debat ketiga Pilpres 2024 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (7/1/2024). Debat kali ini bertemakan pertahanan, keamanan, hubungan internasional, globalisasi, geopolitik, dan politik luar negeri. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) bahwa keterlibatan mereka dalam praktik kecurangan pemilu bisa merugikan banyak pihak.

Menurut Anies, praktik kecurangan pemilu bahkan bisa merugikan mereka sendiri yang melakukan kecurangan. Sebab, keuntungan dari praktik tersebut hanya didapat oleh kelompok yang menikmati kekuasaan.

"Ketika ada manipulasi dan orang-orang terlibat manipulasi, keuntungannya tidak didapat mereka, keuntungannya didapat yang berkuasa," jelas Anies di kediaman Jusuf Kalla, Jakarta, Senin 12 Februari 2024.

Pernyataan itu disampaikan Anies sekaligus merespons perilisan film Dirty Vote oleh rumah produksi WatchdoC, Minggu 11 Februari 2024.

Bekas Gubernur DKI Jakarta itu mengingatkan bahwa bahwa pemilu adalah kesempatan bagi semua kelompok masyarakat untuk mendapatkan perubahan, termasuk oleh ASN hingga kepala desa dan para keluarga mereka.

Sebaliknya, praktik kecurangan hanya akan menguntungkan kelompok kecil pihak yang mendapat kekuasaan. Sebaliknya, semua golongan masyarakat akan menikmati hasilnya jika mereka mau terlibat mengawal pemilu berjalan dengan adil dan jujur.

"Tapi kalau kita berikan kepada rakyat, kesempatan untuk mengungkap apa yang mereka mau lewat pemilu, lalu menjaga suara itu, apapun hasilnya, dampaknya akan dirasakan positif oleh semua," jelasnya.

Anies karenanya meyakini bahwa pihak yang akan menyelamatkan demokrasi adalah masyarakat kecil. Dia pun optimistis bahwa masyarakat akan memilih dengan hati nurani mereka pada 14 Februari mendatang.

"Jadi saya optimis rakyat Indonesia tanggal 14 besok akan bekerja menggunakan hati nurani, memilih pakai hati nurani, dan yang menyelenggarakan, ingat, jaga keinginan rakyat sesuai hati nurani itu. Jangan dicederai," kata dia.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar