Korupsi di Anak Usaha Telkom, KPK Panggil 6 Saksi

Rabu, 07/02/2024 22:15 WIB
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Pikiran Rakyat)

Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Pikiran Rakyat)

Jakarta, law-justice.co - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mengusut dugaan korupsi pengadaan dan penyediaan financing untuk project data center di PT PT Sigma Cipta Caraka (SCC) yang merupakan anak usaha Telkom Group tahun 2017-2022. Hari ini penyidik memanggil enam orang saksi.

Dilansir dari RMOL, jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri mengatakan, hari ini, Rabu 7 Februari 2024, pihaknya memanggil enam orang sebagai saksi dalam perkara yang belum diumumkan tersangkanya ini.

"Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi," jelas Ali kepada wartawan, Rabu siang 7 Februari 2024.

Keenam orang saksi yang dipanggil adalah Ferry Tan selaku Direktur PT Erakomp Infonusa, Victor Antonio Kohar selaku Direktur PT Asiatel Globalindo, Danny Harjono selaku Direktur PT Visiland Dharma Sarana, Oki Mulyades selaku Manager Sales Engineer Divisi Enterprise Service (DES) PT Telkom Indonesia

Selanjutnya, Mohamad Sahlan Syauqi selaku Direktur Operasi dan Pemasaran PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra) tahun 2016-2020, dan Yagus Widodo selaku Direktur Share Service PT Telkominfra tahun 2017-2019.

Pada Kamis 1 Februari 2024, KPK secara resmi mengumumkan penyidikan perkara baru tersebut. KPK pun sudah menetapkan enam orang sebagai tersangka.

Akan tetapi, KPK belum bisa mengumumkan secara resmi identitas para pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu akan diumumkan ketika dilakukan upaya paksa penangkapan atau penahanan terhadap para tersangka.

Perkara tersebut terkait dengan pengadaan kerja sama yang diduga fiktif dengan modus adanya kerja sama penyediaan financing untuk project data center. Selain itu, perkara korupsi ini juga melibatkan pihak ketiga sebagai makelar. Akibatnya, negara mengalami kerugian keuangan mencapai lebih dari Rp200 miliar.

Berdasarkan informasi yang diperoleh redaksi, keenam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni Judi Achmadi selaku Direktur Utama (Dirut) PT SCC, Bakhtiar Rosyidi selaku Direktur Human Capital dan Finance PT SCC, Tejo Suryo Laksono selaku Direktur PT Granary Reka Cipta, Roberto Pangasian Lumban Gaol selaku pemilik PT Prakarsa Nusa Bakti, Afrian Jafar selaku makelar, dan Imran Mumtaz selaku makelar.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar