Ganjar Pranowo – Calon Presiden RI

Menjawab Tantangan Sejarah

Senin, 08/01/2024 07:36 WIB
Ganjar Pranowo Calon Presiden RI.

Ganjar Pranowo Calon Presiden RI.

law-justice.co - Jarang terungkap, motivasi pribadi Ganjar Pranowo untuk maju menjadi calon presiden Republik Indonesia. Secara gamblang, dia sampaikan itikadnya maju sebagai Calon Presiden dia sampaikan menghadiri acara `Sarasehan Nasional` Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada Kamis, (28/12/2023). “Rasanya ini adalah panggilan sejarah. Orang tua saya mendidik saya bahwa menghadapi kesulitan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar mantan Gubernur Jawa Tengah ini. Dia mengatakan ada  kegelisahan dalam proses demokrasi.

Dia berkomitmen melawan segala bentuk ancaman terhadap demokrasi di Indonesia, terutama dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Dalam konteks politik global yang semakin multipolar, Ganjar menyatakan stabilitas  pangan menjadi salah satu yang terancam. Persaingan antarnegara untuk menjadi jawara dapat mengakibatkan ketidakstabilan dan konflik.

Jalan Ganjar menjadi Calon Presiden bukanlah jalan yang mulus dan tanpa aral. Dia bahkan sebelumnya tidak masuk dalam hitungan di internal partainya, PDI Perjuangan yang mulanya masih keukeuh hendak mengusung Ketua DPR RI Puan Maharani sebagai capres. Namun, sejarah mencatat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Jumat (21/4/2023) telah mengukuhkan Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden dari partai itu.

Capres Ganjar Pranowo saat menghadiri Sarasehan Nasional Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) di Jakarta, Kamis (28/12/2023).

Pada Kamis (19/10/2023) Bakal Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mohammad Mahfud Mahmodin pada pukul 12.20 WIB mendaftar sebagai Calon Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menerima kedatangan delegasi gabungan partai politik pengusul PDI Perjuangan, PPP, Perindo dan Hanura yang mengantarkan pasangan ini.  

Rombongan disambut Sekretaris Jenderal KPU Bernad Dermawan Sutrisno dan diterima Ketua KPU Hasyim Asy`ari, Anggota KPU Idham Holik, August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Yulianto Sudrajat, Mochammad Afifuddin dan Parsadaan Harahap serta disaksikan Bawaslu.

Jalan Ganjar sebagai Calon Presiden dikukuhkan pada Senin (13/11/2023). Ketua KPU Hasyim Asy`ari, Anggota KPU Idham Holik, Mochammad Afifuddin, August Mellaz, Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, dan Parsadaan Harahap bersama Sekretaris Jenderal KPU Bernad Dermawan Sutrisno menggelar Konferensi Pers Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu Tahun 2024, di Media Center KPU,

Hasyim menyampaikan, sebagaimana dijadwalkan, tahapan Pemilu 2024 pada 13 November 2023, KPU melakukan sidang pleno tertutup untuk menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu Tahun 2024 yang telah dilakukan pada pukul 14.02.24 WIB. Setelah penetapan hari ini, lanjut Hasyim, pada 14 November 2023 akan dilakukan kegiatan pengundian nomor urut bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2024.

Calon Presiden Banteng Tulen

Ganjar Pranowo memulai karier politiknya dengan menjadi simpatisan PDI, hingga pada zaman orde baru dirinya mulai bergabung dengan PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. Menjadi kader PDI Perjuangan, Ganjar telah banyak mencicipi berbagai peran di dunia politik Indonesia.

Melalui partai ini pulalah Ganjar kemudian dikenal sebagai anggota DPR RI.  Pada Pemilu 2004, Ganjar berhasil untuk merebut kursi DPR, meskipun melalui PAW. Dia ditugaskan sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan, hingga tahun 2009.

Pada pemilu berikutnya di tahun 2009, Ganjar kembali mendapatkan jabatannya di DPR RI, kini menjadi Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bidang Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara, Reformasi Birokrasi, Pemilu, Pertanahan dan Reforma Agraria, periode 2009-2013.

Posinya sebagai Wakil Ketua Komisi II kemudian membuatnya tersenggol dugaan kasus korupsi eKTP. Setya Novanto menyebut mantan koleganya di Dewan Perwakilan Rakyat, Ganjar Pranowo, turut menerima aliran dana proyek e-KTP. Setya Novanto mengungkap hal itu saat Ganjar Pranowo menjadi saksi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Ganjar mengakui bahwa, hingga saat ini pun masih banyak pihak yang menyerang dengan kasus-kasus lama, terutama ketika elektabilitas survey tengah naik. Apalagi soal kasus eKTP yang sempat ramai dengan kerugian negara hingga Rp2 triliun, terlebih Nazaruddin, salah seorang terpidana kasus ini, sempat menyebut nama Ganjar.

"Saya tidak menerima uang itu, berkali kali sidang diikuti, beberapa orang penyidik kroscek termasuk dilakukan Novel Baswedan," kata Ganjar seperti yang ada pada YouTube Kick Andy.

Ia kemudian mengatakan bahwa salah satu tersangka, yaitu anggota DPR sekaligus Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin menyebut namanya telah menerima uang sebesar 500 ribu US Dollar.

“Kedua saya mengikuti berita seluruh persidangan pada saat Pak Nazaruddin diperiksa waktu itu beliau sampaikan Ganjar menerima 500.000 ribu US Dollar,” katanya.

“Tapi katanya dia menolak (Ganjar). Iya dia menolak karena kurang katanya begitu” tambah Ganjar menirukan jawaban Nazarudin.

Kiprah Di Jawa Tengah

Selama 10 tahun (2013-2023) menjadi gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah melakukan sejumlah terobosan dan menoreh sejumlah prestasi. Salah satu yang menonjol Jawa Tengah ditetapkan sebagai provinsi berkinerja terbaik secara nasional. Penghargaan yang didasarkan pada Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2022 itu diberikan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian kepada Ganjar Pranowo, di Anjungan City of Makassar Pantai Losari, pada Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVII, Sabtu (29/4/2023).

Provinsi Jawa Tengah berhasil menjadi provinsi berkinerja terbaik secara nasional dengan perolehan skor 3,714 status kinerja tinggi. Provinsi Jawa Tengah menempati posisi pertama mengungguli DI Yogyakarta di urutan kedua dengan skor 3,621 status kinerja tinggi, dan Jawa Timur di urutan ketiga yang memperoleh skor 3,613 status kinerja tinggi.

Menanggapi penganugerahan ini, Ganjar mengatakan, penghargaan itu dapat diraih berkat kerja keras dan dedikasi seluruh jajaran Pemprov Jateng. Termasuk, seluruh jajaran yang telah berdedikasi di kabupaten/ kota seprovinsi ini.

“Semuanya memberikan dukungan dan Alhamdulillah selama pengelolaan pemerintahan, good governance menjadi satu nilai yang penting dan jadi pedoman. Sehingga, dengan perencanaan bagus, maka eksekusinya juga akan bagus, dan hasilnya juga relatif bagus,” kata Ganjar.

Ganjar Pranowo, saat masih menjabat sebagai Gubernur Jateng, menerima penghargaan provinsi berkinerja terbaik dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVII di Anjungan City of Makassar Pantai Losari, Sabtu (29/4/2023). (Radarsolo)

Ganjar juga mengajak semua pihak untuk menghindari saling ejek terkait Pemilu 2024. Hal itu penting agar Pemilu 2024 bisa berlangsung dengan baik dan menyenangkan. ”Penting kita hindari sesuatu yang saling mengolok-olok, saling menjelekkan. Biar pemilunya menyenangkan,” ujar Ganjar.

Isyu persatuan ini tampaknya menjadi salah satu fokus bagi Ganjar. Dia mengajak pendukungnya aktif melawan hoax. Ganjar meminta pendukungnya untuk mengutamakan persatuan Indonesia. “Kita boleh berbeda. Mungkin berbeda agama, beda suku, tetapi mereka tetangga kita. Bisa jadi ada perbedaan pilihan, tetapi tetap mereka saudara kita dalam kemanusiaan. Persatuan Indonesia itu yang utama,” ujar Ganjar.

Ganjar juga mengatakan setiap perbedaan itu adalah hal yang lumrah. Sembari dia juga mengingatkan kepada pendukungnya pengguna medsos, untuk tidak memainkan hoax. “Jika kita tidak menyebarkan hoax, tidak membuli (di medsos). Maka itu sebenarnya persatuan yang paling penting,” katanya. **

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar