Simak, Ini Rekomendasi Saham yang Diprediksi Raih Cuan Pekan Ini

Senin, 11/12/2023 07:17 WIB
Daftar saham unggulan (bisnis)

Daftar saham unggulan (bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Pada penutupan perdagangan pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 24,97 poin atau plus 0,35 persen ke level 7.159.

Namun, investor asing masih mencatat jual bersih (net sell) Rp876,8 miliar selama sepekan. Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat empat kali dan hanya melemah sekali. Secara total, performa indeks saham melesat 1,41 persen pada pekan lalu.

Pjs Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan penguatan paling besar dirasakan rata-rata volume transaksi harian sebesar 41,5 persen.

Kata dia, selama sepekan, data menunjukkan peningkatan dari 23,42 miliar menjadi 33,14 miliar lembar saham.

Selain itu kata dia, ada juga peningkatan 12,56 persen dari rata-rata frekuensi transaksi harian saham. Pekan lalu tercatat 1.394.975 kali transaksi alias naik dari minggu sebelumnya yang hanya ada 1.239.339 kali transaksi.

"Kapitalisasi pasar bursa juga meningkat sebesar 3,13 persen menjadi Rp11,47 triliun dari Rp11,12 triliun pada pekan sebelumnya," kata Kautsar, seperti dikutip dari situs IDX, Jumat (8/12).

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan meningkat 2,89 persen menjadi Rp14,12 triliun. Ini meningkat dibandingkan rata-rata nilai transaksi pekan lalu sejumlah Rp13,72 triliun.

Supervisor Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi mengatakan data perdagangan pekan lalu menunjukkan penguatan tren, bahkan tertinggi sejak 26 September 2022. Kendati, ia mewanti-wanti ada potensi koreksi sehat pada pekan ini dengan perkiraan pergerakan di rentang 7.025-7.280.

Audi menyebut ada dua sentimen utama dari dalam negeri yang bakal membayangi. Pertama, rilis data penjualan eceran Oktober 2023 yang diyakini tumbuh 1,9 persen secara tahunan.

Meski begitu, pertumbuhan dinilai melambat dibandingkan tahun lalu. Audi melihat pasar akan merespons secara moderat data ekonomi ini, di mana dari sisi harga bakal mengalami kenaikan di akhir 2023 seiring periode libur akhir tahun.

Kedua, rilis data neraca perdagangan November 2023. Konsensus mencatat akan ada surplus US$3,06 miliar alias lebih rendah dari catatan sebelumnya sebesar US$3,48 miliar.

Sementara itu, ada satu sentimen dari luar negeri yang berpotensi mempengaruhi gerak IHSG pekan ini. Audi menyebut rilis inflasi AS edisi November 2023 yang diperkirakan melambat bakal mendapatkan respons positif dari pasar.

"Investor dapat mengantisipasi terjadinya koreksi wajar pada IHSG, di mana saya melihat potensi penguatan masih akan terbuka seiring dengan sikap bank sentral diperkirakan akan lebih dovish," jelasnya seperti melansir cnnindonesia.com, Sabtu (9/12).

"Sektor yang dapat diperhatikan adalah energi karena kenaikan harga komoditas," saran Audi.

Ada 4 saham yang direkomendasikan jika dilihat dari sisi teknikal. Pertama, saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk yang naik 7,34 persen ke level 1.170 pada pekan lalu.

Dia menyarankan melakukan trading buy pada saham emiten berkode PGEO tersebut. Audi meramal gerak saham ini akan berada di rentang 1.070-1.365.

Kedua, Audi merekomendasikan trading buy saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk alias ADMR. Saham emiten yang melesat 4,98 persen ke 1.370 pada pekan lalu diramal bisa tembus ke posisi 1.555.

Ketiga, ada PT United Tractors Tbk yang naik 2,76 persen ke level 22.300. Emiten berkode UNTR ini diyakini bisa tembus 23.550 dan disarankan untuk menggunakan skema speculative buy.

Keempat, Audi merekomendasikan saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk yang tumbuh 3,77 persen ke level 550. Ia menyarankan speculative buy pada saham emiten berkode DSNG ini karena diprediksi pekan ini bisa meningkat sampai posisi 600.

Di lain sisi, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat masih ada peluang indeks saham menguat terbatas selama sepekan ini. Ia mematok support IHSG di posisi 7.110 dan resistance 7.200.

Herditya mewanti-wanti beberapa sentimen utama yang diyakini bakal meramaikan naik turun IHSG. Salah satunya rilis neraca dagang di tanah air.

Sedangkan dari mancanegara ada tiga sentimen utama, yakni rilis data inflasi AS, inflasi China, serta Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed.

Ada tiga saham yang bisa dikoleksi selama sepekan ini versi Herditya. Pertama, PT Erajaya Swasembada Tbk alias ERAA.

Meski pekan lalu anjlok 0,55 persen ke posisi 362, Herditya yakin saham ERAA akan bangkit pekan ini. Dia meramal emiten ini bisa tembus ke level 420.

Kedua, saham PT Medikaloka Hermina Tbk yang stagnan di level 1.470 pekan lalu. Emiten berkode HEAL ini diyakini bergerak di rentang 1.525-1.600 pada sepekan ini.

Ketiga, Herditya menyarankan saham PT Aneka Tambang Tbk alias ANTM. Saham perusahaan pelat merah ini naik 3,06 persen ke posisi 1.685 pekan lalu dan dianggap bakal melesat ke level 1.810.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar