Respons Pernyataan Mahfud, KPK: Mustahil Tangkap Tangan Kurang Bukti!

Minggu, 10/12/2023 14:07 WIB
Nurul Ghufron Pimpinan KPK (Matamaduranews.com)

Nurul Ghufron Pimpinan KPK (Matamaduranews.com)

Jakarta, law-justice.co - Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron buka suara untuk menanggapi soal pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD soal operai tangkap tangan (ott) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kurang bukti.

Dia menyatakan bahwa hal itu mustahil terjadi dan tidak mungkin terjadi.

Sebagai informasi, pernyataan itu disampaikan menanggapi pernyataan Mahfud soal tangkap tangan KPK kurang cukup bukti, meskipun pada akhirnya Mahfud memberikan pernyataan ralatnya.

"Pernyataan Pak Mahfud bahwa tangkap tangan KPK ada yang kurang bukti, itu tidak berbasis data bahkan cenderung mustahil," kata Ghufron seperti melansir rmol.id, Minggu (10/12).

Kata dia, sejauh ini tangkap tangan KPK terhadap pihak-pihak yang melakukan tindak pidana pidana korupsi, tidak ada yang tidak terbukti dalam proses sidang pengadilan.

Pasalnya menurut dia, berdasarkan Pasal 1 Angka 19 KUHAP, tertangkap tangan adalah tertangkapnya seseorang pada waktu sedang, sesudah atau setelah melakukan tindak pidana.

"Sehingga sangat mustahil terjadi tangkap tangan korupsi jika pada saat tidak terdapat 2 alat bukti, minimal terdapat saksi, dan barang bukti uang. Jadi tak mungkin tangkap tangan kurang bukti, dan bukan tangkap tangan jika buktinya kurang," pungkas Ghufron.

Seperti diketahui sebelumnya, Mahfud MD yang juga calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 itu meralat pernyataannya soal kegiatan tangkap tangan KPK yang dinilai tidak cukup bukti.

Mahfud menekankan, yang benar adalah menetapkan tersangka tanpa bukti yang cukup, bukan terkait dengan tangkap tangan.

"Saya perbaiki, bukan OTT, tapi menetapkan orang sebagai tersangka, buktinya belum cukup, sampai bertahun-tahun itu masih tersangka terus. Itulah sebabnya, dulu di dalam revisi UU itu muncul agar diterbitkan SP3 bisa diterbitkan oleh KPK," jelas Mahfud usai menghadiri acara Hari Antikorupsi Sedunia.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar