Jejak Keluarga Rothschild, Yahudi Kaya Sejagat di Balik Invasi Israel

Minggu, 10/12/2023 11:57 WIB
Keluarga Rothschild. (cnbc).

Keluarga Rothschild. (cnbc).

Jakarta, law-justice.co - Hingga saat ini, ternyata Perang Hamas dan Militer Israel semakin panas bergulir dan meluas hingga ke wilayah selatan Gaza.

Terkait hal itu, perhatian publik tertuju justru pada jumlah korban sipil yang terus meningkat setiap hari dan krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza akibat serbuan Israel.

Sebagai informasi, Program Pangan Dunia PBB (WFP) mengatakan bahwa konflik ini mengakibatkan kerugian, kehancuran, dan kesengsaraan tidak terbayangkan, serta semua orang di Gaza kelaparan, dikutip dari CNN.

Dunia mengecam tindakan Israel yang menyerbu Gaza dengan membabi buta dengan dalih menumpas Hamas.

Banyak pihak menuntut agar Israel menghentikan pendudukannya dan memperkenankan Palestina meraih kemerdekaan.

Bertahannya pendudukan Israel selama ini di wilayah Palestina tidak lepas dari aktor-aktor penting dibaliknya, salah satunya Keluarga Rothschild.

Seperti melansir cnnindonesia.com, Keluarga Rothschild adalah dinasti berpengaruh di Frankfurt, salah satu rumah keuangan paling terkenal, dan pernah menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia.

Dinasti ini didirikan oleh Mayer Amschel Rothschild pada abad ke-18 yang membawahi lima putranya, yaitu Nathan Mayer, James Mayer, Salomon Mayer, Carl Mayer, dan Amschel Mayer.

Mayer Amschel percaya bahwa menjalankan bisnis dalam keluarga sendiri akan menjamin kesuksesan di masa depan.

Keluarga Rothschild melakukan investasi menguntungkan dan memiliki reputasi reputasi yang kuat dalam pengelolaan keuangan di Eropa. Mereka menjadi pionir dalam pengembangan keuangan internasional, dengan cabang di London, Paris, Wina, Napoli, dan Frankfurt.

Selain dalam bidang perbankan, keluarga Rothschild juga berinvestasi dalam proyek pembangunan infrastruktur jembatan, terowongan, dan kereta api.

Salah satu proyeknya yang paling menonjol adalah Terusan Suez.

Peran keluarga Rothschild tak bisa dilepaskan dari Deklarasi Balfour pada November 1917.

Deklarasi Balfour adalah janji Kerajaan Inggris yang menyatakan tujuannya untuk mendirikan "rumah nasional bagi orang-orang Yahudi" di Palestina.

Sebagai keturunan keluarga perbankan Yahudi Rothschild yang berkuasa, Walter Rothschild merupakan seorang Zionis dan teman dekat Chaim Weizmann.

Walaupun ia pensiun dari parlemen pada tahun 1910, ia tetap aktif sebagai tokoh komunitas Yahudi Inggris dan menjabat sebagai presiden Federasi Zionis Inggris. Dia adalah penerima Deklarasi Balfour.

Saat musim panas 1917, Arthur Balfour meminta Rothschild dan Weizmann untuk merancang pernyataan yang sejalan dengan tujuan Zionis.

Teks asli yang dikirim oleh Rothschild ke Balfour menyarankan pernyataan bahwa "Palestina harus dibentuk kembali sebagai rumah nasional bagi orang-orang Yahudi".

Deklarasi Balfour membuka jalan bagi pendudukan Israel di Palestina.

"Itu adalah peristiwa terbesar dalam kehidupan Yahudi bagi ribuan orang Yahudi. Sebuah keajaiban. Butuh 3.000 tahun untuk mencapai hal ini," kata Jacob Rothschild, berusia 80 tahun, kepala dinasti perbankan keluarga tersebut.

"Itu adalah peluang yang paling luar biasa. Anda memiliki seorang calon ilmuwan miskin, Chaim Weizmann, yang entah bagaimana sampai ke Inggris, bertemu dengan beberapa orang, termasuk anggota keluarga saya, merayu mereka. Dia memiliki pesona dan keyakinan yang begitu besar, dia sampai ke Balfour. Dan luar biasa, Dia membujuk Lord Balfour, Lloyd George, perdana menteri, dan sebagian besar menteri, bahwa gagasan tentang rumah nasional bagi orang Yahudi harus dibiarkan terjadi. Maksudku, itu sangat, sangat tidak mungkin," tuturnya lagi.

Surat yang dibuat Walter Rothschild mengubah jalannya sejarah Timur Tengah dan orang-orang Yahudi.

Sejarah penderitaan yang amat mendalam pula bagi orang-orang Palestina hingga kini karena agresi Israel.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar