Muncul Video Anak-anak Kampanye Menang Satu Putaran, Bawaslu Selidiki

Sabtu, 09/12/2023 13:35 WIB
Bawaslu Tak Mampu Tindak Dana Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Parpol. (Bawaslu).

Bawaslu Tak Mampu Tindak Dana Kejahatan Lingkungan Mengalir ke Parpol. (Bawaslu).

Jakarta, law-justice.co - Video anak-anak yang berkampanye mendukung pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Gibran Rakbuming Raka viral di media sosial.

Kejadian tersebut terekam dalam video berdurasi 20 detik di sebuah lembaga pendidikan di Dusun Jambringin Laok, Desa Jambringin, Kecamatan Proppo, dengan yel-yel, "Prabowo Gibran menang satu putaran" yang diucapkan secara berulang.

Dalam video ini anak-anak mengenakan kaus bergambar Prabowo-Gibran. Kaus tersebut tampak kedodoran hampir menutupi seluruh tubuh mereka.

Salah seorang pengurus lembaga pendidikan lokasi dugaan kampanye itu, Abdul Musowwir, membantah aksi anak-anak tersebut diduga disengaja direkam oleh guru dan pengurus lembaga.

Menurutnya, video viral tersebut direkam oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya hingga menyebar ke sejumlah media sosial.

"Sudah kami telusuri siapa yang merekam dan siapa yang menyebarkan, namun tidak ada yang tahu dan mengaku. Mereka mungkin sudah ketakutan karena tidak tahu jika itu melanggar aturan pemilu," kata Abdul Musowwir.

Terkait dengan atribut kaus yang dipakai anak-anak, Musowwir mengaku itu memang pemberian dari salah satu Tim Kampanye Nasional (TKN) yang melakukan deklarasi dukungan Prabowo-Gibran di lembaga tersebut.

"Kaus itu ada di emper rumah. Rencananya akan diberikan kepada orang tua anak-anak itu. Namun kemudian dipakai sendiri oleh mereka," imbuhnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pun mengaku menyelidiki video viral tersebut.

"Nanti akan kami kaji hasil keterangan yang sudah diperoleh melalui rapat pleno. Mengenai sanksi, belum bisa kami jelaskan saat ini," kata Ketua Bawaslu Pamekasan, Sukma Firdaus Tirta Umbara.

Pihaknya sudah mengutus atau memerintahkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Desa (PD) untuk turun ke bawah dengan mengecek fakta dan kebenarannya.

"Panwascam dan PD nanti bisa mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti," tandas dia.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar