Agus Rahardjo Beberkan Alasan Ungkap Jokowi Suruh Setop Kasus E-KTP

Rabu, 06/12/2023 13:09 WIB
Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo (Riau Post)

Mantan Ketua KPK Agus Rahardjo (Riau Post)

Jakarta, law-justice.co - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo blak-blakan membeberkan alasan kenapa dirinya mengungkap kepada publik tentang upaya intervensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus korupsi e-KTP yang telah terjadi enam tahun lalu.

Agus Rahardjo menyatakan kecewa dengan upaya pemberantasan korupsi yang makin lemah.

Dia menyatakan, pasca era kepemimpinannya berakhir pada 2019 lalu, indeks persepsi korupsi terus turun. Dari 40 pada 2019 menjadi 34 pada 2022.

"Saya termasuk yang kecewa itu," ujarnya saat ditemui di kawasan Jatiasih, Bekasi, Selasa 5 Desember 2023.

Tidak hanya itu, Agus mengatakan dia kecewa dengan demokrasi yang, menurutnya, telah dirusak. "Saya kecewa demokrasi mundur," ucapnya tanpa merinci lebih jauh bentuk-bentuk kemunduran itu.

Atas dasar itu, Agus mengaku berniat menyampaikan keterangan itu dalam wawancara dengan sebuah media. "Jadi bukan karena pertanyaan yang kemudian mendesak saya, tapi saya dari awal sudah minta izin akan buka itu," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum ini mempertanyakan motif Agus Rahardjo menyebut dirinya marah dan meminta penyidikan KPK atas kasus korupsi e-KTP yang rugikan negara Rp 2,3 triliun dihentikan.

Jokowi menyatakan telah menyampaikan pada 2017 bahwa Setya Novanto yang saat itu Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar harus mengikuti proses hukum.

Jokowi mengatakan proses hukum politikus Golkar kasus tersebut juga terus berjalan dan mendapat vonis 15 tahun.

“Terus untuk apa diramaikan itu? Kepentingan apa diramaikan itu? Untuk kepentingan apa?” kata Jokowi saat ditemui di Istana Negara beberapa waktu lalu.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar