Jokowi Bantah Pernyataan Cak Imin yang Dijanjikan Jabatan Menhan

Senin, 04/12/2023 13:09 WIB
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Monitor)

Presiden Jokowi dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Monitor)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas membantah pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang mengaku pernah dijanjikan mendapat kursi Menteri Pertahanan (Menhan).

Jokowi menjelaskan bahwa penunjukan menteri adalah hak prerogatif presiden. Jokowi mengaku tidak ada ada penjatahan untuk kursi-kursi menteri pada kabinetnya.

"Kementerian, menteri itu hak prerogatif presiden, enggak ada jatah-jatah seperti itu, ya enggak ada," kata Jokowi di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (4/12/2023).

Diketahui, belum lama ini mengklaim jatah Menhan awalnya dijanjikan kepada dirinya. Saat itu, PKB mendukung Jokowi dalam Pilpres 2019. Pengakuan itu dia sampaikan dalam acara Indonesia Millennial and Gen-Z Summit, di Jakarta, Minggu (26/11).

Awalnya Cak Imin merespons Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto yang mempertanyakan narasi perubahan yang dibawa PKB dan koalisinya di Pilpres 2024, padahal PKB dan NasDem masih ada di dalam pemerintahan.

Merespons pernyataan Yandri, Imin awalnya menyebut PAN adalah partai yang tidak mendukung Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019. Dia membandingkan dengan PKB yang mendukung Jokowi di dua kali Pilpres itu.

Meski tidak mendukung Jokowi, dia mengatakan di tengah jalan, PAN masuk pemerintahan dan mendapat jatah satu menteri.

Selain PAN, dia berkata Prabowo juga masuk pemerintahan dengan jabatan Menteri Pertahanan yang awalnya dijanjikan untuk dirinya.

"Tiba-tiba dia (PAN) masuk koalisi Jokowi, dapat menteri satu, lumayan, lah, enggak ada hujan, enggak ada angin. Saya hanya ingin sampaikan, termasuk Pak Prabowo, tiba-tiba jadi menteri, aslinya Menhan itu saya sebetulnya, janjinya begitu," ujar Cak Imin.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar