Ikuti Agus Raharjo, Sudirman Said Akui Pernah Dimarahi Jokowi

Sabtu, 02/12/2023 21:15 WIB
Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said (CNN)

Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said (CNN)

law-justice.co - Belum lama mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengaku pernah dimarahi Presiden Joko Widodo.  Mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

"Saya juga punya pengalaman yang mirip. Di tengah-tengah proses di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Presiden Joko Widodo memanggil saya dan marah.” kata Sudirman, Sabtu (2/12/2023) sebagaimana dilansir Detikcom.

Sudirman menceritakan saat itu Presiden menuduh ada pihak-pihak yang menyetir atau memerintahkan saya sebagai Menteri ESDM.   “Saya jawab, tidak ada satupun yang memerintahkan. Ini tindakan saya sebagai penanggung jawab sektor yang ditugasi membenahi sektor ESDM,” ujarnya.

Co-Captain Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) ini mengatakan dia dimarahi Jokowi saat melaporkan dugaan pencatutan nama presiden dalam kaitan renegosiasi kontrak Freeport yang menyeret nama Setya Novanto yang saat itu menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. Saat itu, Sudirman menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pelaporan tersebut setelah Sudirman mendapat rekaman dari Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Ma’ruf Sjamsoeddin. Rekaman yang diputar di sidang MKD itu diduga percakapan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Muhamad Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Ma’ruf Sjamsoeddin. Dalam transkrip rekaman rekaman pembicaraan yang berdurasi sekitar 120 menit, Ketua DPR Setya Novanto disebut mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden tentang renegosiasi kontrak Freeport.

Adapun dalam pembelaan di sidang MKD saat itu, Setya Novanto menuding Sudirman memberikan keterangan palsudan menyebut rekaman itu ilegal karena tak sesuai undang-undang. "Pengaduan Sudirman Said selaku Menteri ESDM yang sama sekali tidak sesuai dengan fakta dan tidak mempunyai bukti yang sah sebagimana diatur dalam undang-undang yang berlaku," kata Setnov pada 7 Desember 2015.

Sudirman mengatakan, pengakuan Agus soal intervensi Presiden Jokowi kepada KPK tersebut, memiliki dasar yang kuat. “Hal ini menunjukkan menunjukkan bahwa di era keterbukaan dan era digital, kejahatan atau penyimpangan tak bisa disembunyikan. Hanya soal waktu, suatu saat pasti terbongkar,” ujarnya.

Sudirman mengatakan tindakan seperti itu dapat dikategorikan menghalangi penegakkan hukum dan hal tersebut harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah hukum.

Terpisah, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyebut pernyataan Sudirman Said tersebut tidaklah benar.  "Tidak benar Presiden Jokowi memarahi Sudirman Said karena melaporkan Setya Novanto (Ketua DPR saat itu) ke MKD  pada tahun 2015," kata Ari pada Sabtu, (2/12/2023) sebagaimana dikutip Tempo.

Ari mengatakan, faktanya Presiden Jokowi kala itu malah mengapresiasi proses terbuka yang telah dilakukan MKD dan terus mengikuti dari berbagai media dan stafnya. "Seperti disampaikan bapak Sudirman Said tanggal 7 Desember 2015 di Istana, justru sangat mengapresiasi Presiden juga berpesan untuk terus mendidik masyarakat karena persoalan etika itu penting bagi publik," katanya.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar