Menlu AS Bakal ke Israel dan Tepi Barat di Tengah Gencatan Senjata

Selasa, 28/11/2023 19:05 WIB
Menlu AS Anthony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov (AP)

Menlu AS Anthony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov (AP)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken akan melakukan kunjungan ke Israel dan Tepi Barat, Palestina, pada pekan ini. Ini merupakan kunjungan ketika Blinken ke wilayah tersebut sejak agresi dimulai pada 7 Oktober lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu pejabat senior Departemen Luar Negeri AS. Ia mengatakan Blinken akan melakukan kunjungan terlebih dahulu ke Brussel, Belgia, untuk pertemuan NATO.

Setelah itu, Blinken akan mengunjungi Israel dan Tepi Barat untuk membahas sejumlah hal, termasuk soal pembebasan sandera dan perlindungan masyarakat Gaza di tengah agresi Negeri Zionis.

"Dalam pertemuannya di Timur Tengah, Menlu akan menekankan perlunya mempertahankan peningkatan aliran bantuan ke Gaza, menjamin pembebasan semua sandera, dan meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil di Gaza," kata pejabat Kemenlu itu, seperti diberitakan AFP, Senin 27 November 2023.

Selain itu, kata pejabat Kemenlu, Blinken juga bakal membahas jika ada kemungkinan terkait pembentukan negara Palestina merdeka.

"Menlu AS akan berdiskusi dengan mitra-mitra di kawasan mengenai prinsip-prinsip yang ia utarakan untuk masa depan Gaza dan perlunya pembentukan negara Palestina merdeka," lanjutnya.

Blinken direncanakan untuk bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Tel Aviv dan Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah.

Kunjungan Blinken ke dua wilayah itu datang setelah Qatar selaku mediator mengumumkan militer Israel dan kelompok Hamas sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama dua hari di Jalur Gaza.

Gencatan senjata tahap pertama selama empat hari sudah berakhir pada Senin 27 November 2023 setelah dimulai sejak Jumat 24 November 2023. Sedangkan, tahap kedua ini berlaku mulai hari ini, Selasa 28 November 2023, hingga Kamis 30 November 2023.

Israel telah membebaskan 33 warga Palestina yang menjadi tahanan di beberapa penjara pada Senin 27 November 2023. Di sisi lain, Hamas membebaskan tambahan 11 sandera sebagai bagian dari kesepakatan perpanjangan gencatan senjata.

Hamas sejauh ini telah membebaskan 69 dari total sekitar 200 sandera. Sementara itu, Israel telah membebaskan sekitar 150 warga Palestina yang menjadi tahanan, mayoritas perempuan dan anak-anak.

Ratusan tahanan Palestina ini telah dipenjara di Israel tetapi tidak pernah dikenakan dakwaan secara resmi.***

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar