Capres Anies: Banyak Tekanan dari Pihak yang Tidak Suka Perubahan

Minggu, 26/11/2023 21:44 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar bersama bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menggelar pertemuan di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (11/9/2023). Hasil pertemuan ini disampaikan oleh Cak Imin. Dia menyebut pertemuan ini juga digunakan sebagai momen saling mengenal antara Anies dan jajaran PKB. Robinsar Nainggolan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar bersama bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan menggelar pertemuan di kantor DPP PKB, Jakarta, Senin (11/9/2023). Hasil pertemuan ini disampaikan oleh Cak Imin. Dia menyebut pertemuan ini juga digunakan sebagai momen saling mengenal antara Anies dan jajaran PKB. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Anies Baswedan mengakui banyak menerima berbagai tekanan sejak diusung menjadi capres oleh partai NasDem Oktober 2022 yang lalu. Tekanan tersebut datang dari orang-orang yang tidak menginginkan perubahan.

"Sejak tanggal 3 Oktober saat Partai NasDem mendeklarasikan pencalonannya, tantangan demi tantangan berdatangan karena ada gagasan perubahan dan ada yang tidak menginginkan perubahan. Tapi sekali layar terkembang surut kita berpantang," tegas Anies di Basket Hall, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2023).

Anies mengatakan dirinya ditanya berbagai pihak terkait tekanan tersebut dan cara menghadapinya. Namun dirinya tidak menjawab, sebab kata dia biar sejarawan yang nantinya bercerita hal tersebut. Anies mengatakan tekanan yang dihadapinya tidak sebanding dengan penderitaan rakyat.

"Ketika setahun ini kita merasakan tekanan, kita merasakan berbagai hambatan, saya ditanya Pak Anies bagaimana menghadapi tekanan-tekanan itu? Bagaimana menghadapi tantangan itu? Saya tidak perlu ceritakan di sini, biarkan nanti diceritakan para sejarawan," kata dia.

"Tapi saya jawab, sebesar apapun tekanan yang kami alami, masih belum apa-apa dibandingkan dengan tekanan hidup yang dirasakan oleh rakyat Indonesia, tekanan ekonomi yang dirasakan ibu-ibu rumah tangga, sulitnya cari pekerjaan dan tekanan yang dialami anak-anak muda, tekanan yang dialami oleh para petani, tekanan yang dialami oleh para pedagang pedagang pasar, itu semua jauh lebih besar dari pada tekanan yang kita alami selama satu tahun perjuangan ini," imbuhnya.

Meskipun tantangan tersebut silih berdatangan, Anies menyebut dirinya tidak mundur. Dia menegaskan negara Indonesia milik rakyat, bukan milik segelintir orang.

"Pasti kita tidak mundur, kita mengatakan kepada semua, negeri ini bukan milik sekelompok orang, negeri ini bukan milik sebagian orang, negeri ini adalah milik kita semua. Dan kita berhak untuk mengembalikan republik ini pada arah dasar yang disusun oleh para pendiri republik ini," tegasnya.


(Warta Wartawati\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar