Densus 88 Berhasil Tangkap 9 Teroris JI dan JAD Sepekan Terakhir

Jum'at, 20/10/2023 15:59 WIB
Tampilan pasukan anti-teror asal Indonesia, Densus 88 (tempo)

Tampilan pasukan anti-teror asal Indonesia, Densus 88 (tempo)

Jakarta, law-justice.co - Densus 88 Antiteror Polri menangkap total sembilan orang tersangka teroris jaringan Jemaah Islamiyah (JI) dan Jemaah Anshor Daulah (JAD) dalam sepekan terakhir. Kesembilan tersangka itu ditangkap di berbagai daerah.

"Ada sembilan, satu di Kalimantan Barat, lima Sumatera Selatan, dan tiga Nusa Tenggara Barat. Jaringannya JAD dan JI," ujar Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan saat dihubungi, Jumat 20 Oktober 2023.

Ramadhan menjelaskan penangkapan pertama dilakukan penyidik Densus 88 terhadap lima tersangka teroris JI di wilayah Sumatera Selatan, pada Rabu 18 Oktober 2023.

Selanjutnya penyidik melakukan pengembangan dan kembali menangkap satu tersangka teroris jaringan JAD di wilayah Kalimantan Barat, pada Kamis 19 Oktober 2023. Pada hari yang sama, penyidik Densus 88 turut menangkap tiga tersangka teroris jaringan JAD di Lombok Timur, NTB.

Namun, Ramadhan belum mau merincikan lebih lanjut soal inisial dan peran dari masing-masing tersangka teroris yang ditangkap. Ia mengatakan saat ini Densus 88 masih memeriksa para tersangka.

"Penyidik Densus masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan semua keterangan dan barang bukti," ucapnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi seluruh aksi terorisme yang mungkin terjadi selama pelaksanaan Pemilu 2024.

Hal tersebut disampaikan Listyo saat memimpin Apel Gelar Pasukan sekaligus membuka rangkaian Operasi Mantap Brata 2023-2024, di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa 17 Oktober 2023.

Lebih lanjut Listyo meminta agar antisipasi serangan teror menjadi fokus utama pengamanan pemilu. Ia bahkan turut menyinggung adanya aksi terorisme yang sempat terjadi pada Pemilu 2019.

"Terorisme harus menjadi perhatian serius. Pada penyelenggaraan Pemilu 2019 terdapat 6 aksi serangan teror dan ini tidak boleh terjadi di Pemilu 2024," katanya.

Selain itu, dia mengingatkan jajarannya untuk mengantisipasi eskalasi serangan yang mungkin meningkat pasca perang yang terjadi antara Palestina dan Israel. Listyo menugaskan jajarannya untuk melakukan langkah pencegahan dalam penangkapan pelaku teror.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar