Usai Tersangka, COO Miss Universe Indonesia Bantah Lecehkan Finalis

Kamis, 12/10/2023 13:31 WIB
Sejumlah finalis Miss Universe Indonesia melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual jelang grand final MUID. Seperti apa kronologinya?(Pradita Utama/ Detikcom)

Sejumlah finalis Miss Universe Indonesia melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelecehan seksual jelang grand final MUID. Seperti apa kronologinya?(Pradita Utama/ Detikcom)

Jakarta, law-justice.co - Chief operating Officer (COO) Miss Universe Indonesia, Andaria Sarah Dewia (Sarah) menyatakan bahwa dia membantah telah melakukan pelecehan seksual terhadap para finalis saat proses body checking.

Sebagai informasi, Sarah diketahui telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pelecehan seksual.

"Saya berani bersumpah itu (pelecehan seksual) tidak ada. Saya yakin the truth will reveal, semuanya akan terbukti, saya tidak melakukan, merendahkan harga diri martabat orang lain atau body shaming," kata kata Sarah di Polda Metro Jaya, Kamis (12/10).

"I mean come on, saya bukan orang yang body shaming dan saya tidak ada niat untuk melecehkan," lanjutnya.

Kuasa hukum Sarah, David Pohan menyebut proses body checking terhadap para finalis itu dilakukan atas perintah dari EW selaku CEO.

"Kami tegaskan bahwa yang memerintahkan itu adalah CEO, bukan inisiatif dari klien kami COO jadi tidak ada," ujarnya.

Kata David, atas perintah itu kliennya kemudian melakukan quick body checking for fitting gown terhadap para finalis. Ia mengklaim proses itu hanya sekedar melihat secara visual dan tidak menyentuh badan para finalis.

David juga mengklaim pengambilan foto oleh kliennya kepada para finalis dilakukan secara dekat dan tidak dalam keadaan telanjang. Ia pun menyebut pengambilan foto itu telah melalui persetujuan para finalis.

"Pada saat pengambilan foto klien kami sudah izin kepada peserta yang memiliki tato atau bekas luka jadi bukan dipaksa atau diintimidasi," ucap David.

"Jadi klien kami ketika mengambil foto dia tunjukkan kepada peserta yang memiliki tato itu apakah sudah cukup dan sesuai, jadi tidak ada yang namanya foto telanjang atau bugil. Apalagi memaksa dan klien kami sudah meminta izin," sambungnya.

Atas dasar ini, David berharap EW selaku CEO harus bertanggung jawab. Terlebih, perintah untuk melakukan body checking itu diberikan oleh EW.

"Yang bertanggung jawab ini adalah CEO, karena mereka, CEO di sini kan juga ada kontrak ada kerja sama dengan pihak MUID bahwa di situ dia yang bertanggung jawab jangan karena alasan kontrak sudah habis. Klien kami pun kontrak juga sudah habis," kata David.

Sebelumnya, finalis Miss Universe Indonesia 2023 berinisial N melaporkan dugaan pelecehan seksual terkait body checking dan foto tanpa busana ke Polda Metro Jaya, Senin (7/8).

Laporan terdaftar dengan Nomor LP/B/4598/VIII/2023/SPKT/POLDA METRO JAYA. Korban melaporkan terkait Pasal 4, 5, dan 6 Undang-undang TPKS serta Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang TPKS.

Polisi kemudian menetapkan ASD alias S selaku COO sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelecehan seksual ini.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menuturkan selaku COO, tersangka berperan langsung terkait operasional dari gelaran Miss Universe tersebut.

"Dan fakta yang kita peroleh di sana, dia secara langsung melakukan tindakan berupa memerintahkan membuka baju, kemudian pada hal-hal yang tidak diterima oleh korban," ucap Hengki kepada wartawan, Kamis (5/10).

Bahkan, tersangka juga disebut sempat mengambil gambar saat para finalis sedang melakukan proses body checking. Hengki berujar pihaknya telah mengantongi bukti terkait hal ini.

"Dikenakan Pasal 5, 6, 14 dan 15 UU Nomor 22 Tahun 2022 terkait dengan TPKS," ucap dia.

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar