Terduga Teroris Karyawan KAI Diduga Mau Serang Mako Brimob & Mabes TNI

Selasa, 15/08/2023 11:51 WIB
Terduga Teroris Karyawan KAI Diduga Mau Serang Mako Brimob & Mabes TNI. (Disway).

Terduga Teroris Karyawan KAI Diduga Mau Serang Mako Brimob & Mabes TNI. (Disway).

Jakarta, law-justice.co - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Kepolisian Indonesia (Polri) menyatakan bahwa karyawan PT KAI berinisial DE (28) yang diduga terafiliasi jaringan ISIS sudah merencanakan aksi penyerangan ke Mako Brimob atau Mabes TNI.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar mengatakan hal tersebut didapati penyidik usai memeriksa DE secara intensif pasca penangkapan di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (14/8) siang.

Dalam keterangannya kepada penyidik, Aswin mengatakan DE mengaku bersemangat dan terinspirasi melakukan aksi amaliyah setelah melihat pemberontakan teroris di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Yang bersangkutan menjelaskan bahwa memang terinspirasi dan memiliki girah (semangat) setelah melihat aksi pemberontakan atau perlawanan di Mako Brimob," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (15/8).

Setelahnya, Aswin mengatakan pelaku langsung melakukan pelbagai latihan untuk meniru aksi penyerangan tersebut. Tersangka DE, kata dia, juga telah merencanakan aksi penyerangan ke Mako Brimob Depok hingga kepada Mabes TNI.

"Memiliki rencana atau niatan untuk melakukan aksi kembali ke Mako Brimob Kelapa Dua dan Mako Brimob Jawa Barat. Juga terhadap beberapa Markas Tentara yang sudah dikenali atau ditandai diprofiling oleh yang bersangkutan," jelasnya.

Aswin menambahkan rencana penyerangan tersebut juga sejalan dengan peningkatan aktivitas yang dilakukan oleh DE di media sosial.

Dia mengatakan berdasarkan data yang ada, selama 3 minggu terakhir pelaku semakin intensif menyebarkan ajakan atau imbauan untuk melakukan aksi terorisme.

Aswin menyebut pesan tersebut bahkan disebarkan secara privat oleh pelaku DE dan diatur agar langsung terhapus setelah dibaca oleh penerima.

"Ini sedang kita dalami postingan-postingannya atau private message itu dikirim ke siapa saja," tuturnya.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror Polri menangkap karyawan BUMN berinisial DE selaku tersangka terorisme di Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (14/8) siang.

Aswin mengungkapkan DE terbukti terafiliasi dengan kelompok teror ISIS. Selama menjadi simpatisan ISIS, kata dia, DE aktif melakukan propaganda di media sosial.

"Aktif melakukan propaganda di media sosial dengan memberikan motivasi untuk jihad melalui media sosial Facebook," jelasnya.

Dalam melaksanakan propaganda tersebut, Aswin mengatakan DE turut menyebarkan poster yang berisikan teks baiat kepada pemimpin ISIS Abu Al Husain Al Husaini Al Quraysi.

Aswin jug mengatakan DE terbukti menyimpan sejumlah senjata api rakitan dan terlibat penggalangan dana untuk melakukan aksi teror.

Terakhir, DE juga merupakan Admin dan pembuat akun Telegram Arsip Film Dokumenter dan Breaking News yang berisikan kegiatan teror global yang diterjemahkan dalam bahasa indonesia.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar