Putin Nekat Kunjungi Mariupol di Tengah Ancaman Penangkapan

Minggu, 19/03/2023 22:30 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sindonews)

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Sindonews)

Jakarta, law-justice.co - Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan sebuah perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin. Alih-alih bersembunyi, Putin justru melakukan kunjungan dadakan ke Kota Mariupol di wilayah Donetsk, timur Ukraina, sebagaimana dilaporkan media Rusia pada Minggu 19 Maret 2023.

Ini merupakan kunjungan pertamanya ke daerah Ukraina yang diduduki Rusia sejak invasi Februari tahun lalu. Putin dilaporkan mengunjungi sebuah keluarga di rumah baru mereka di area perumahan yang dibina militer Rusia di Distrik Nevsky, Mariupol, dalam kunjungannya. "Kepala negara juga menginspeksi garis pantai Mariupol di area klub yacht, gedung teater, dan tempat penting lainnya di kota," seperti dilansir Interfax yang mengutip dinas pers Kremlin.

Mariupol ada di wilayah Donetsk, salah satu daerah yang oleh Rusia secara resmi dicaplok pada September lalu meski menuai kecaman Ukraina dan sekutunya yang menyatakan tindakan tersebut ilegal. Daerah Donetsk, Luhansk, dan sebagian besar daerah industri Donbas di Ukraina diduduki Rusia.

Media Rusia, mengutip pernyataan Kremlin, menyatakan Putin berangkat ke Mariupol dengan helikopter. Dalam kunjungan itu, Putin mengendarai mobil ke beberapa tempat di kota itu sembari berhenti dan bercakap-cakap dengan warga lokal.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Ukraina mengatakan lawatan Putin yang terjadi pada Sabtu malam, "sebagaimana layaknya seorang pencuri". Ujaran tersebut disampaikan pada Minggu 19 Maret 2023 menyindir kunjungan mendadak Presiden Vladimir Putin ke kota pelabuhan Mariupol, yang jatuh di bawah kendali Rusia tahun lalu.

“Seperti layaknya seorang pencuri, Putin mengunjungi Mariupol Ukraina, di malam hari. Pertama, lebih aman. Juga, kegelapan memungkinkan dia untuk menyoroti apa yang ingin dia tunjukkan, dan membuat kota yang benar-benar hancur oleh tentaranya dan beberapa penduduknya yang masih hidup jauh dari pandangan publik internasional,” kata kementerian itu di Twitter.

Mariupol ada di wilayah Donetsk, salah satu daerah yang oleh Rusia secara resmi dicaplok pada September lalu meski menuai kecaman Ukraina dan sekutunya yang menyatakan tindakan tersebut ilegal. Daerah Donetsk, Luhansk, dan sebagian besar daerah industri Donbas di Ukraina diduduki Rusia.

(Bandot DM\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar