Sempat Disuruh Bohong oleh Ferdy Sambo, Richard Minta Maaf

Rabu, 07/12/2022 14:40 WIB
Alasan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengeksekusi Yosua karena tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri, jenderal bintang 2. Richard Eliezer Pudihang Lumiu mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Selasa (18/10/2022). Robinsar Nainggolan

Alasan Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengeksekusi Yosua karena tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo yang saat itu menjabat Kadiv Propam Polri, jenderal bintang 2. Richard Eliezer Pudihang Lumiu mendengarkan dakwaan dari jaksa penuntut umum dalam sidang perdana kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua Hutabarat di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Selasa (18/10/2022). Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Bharada Richard Eliezer, terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J membenarkan seluruh kesaksian eks Karo Provos Divpropam Polri Brigjen Benny Ali yang menyampaikan keterangan pada persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2022).


Brigjen Benny Ali sendiri dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) guna bersaksi untuk terdakwa Bharada Richard, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma`ruf dalam perkara pembunuhan berencana tersebut.

"Sudah benar, Yang Mulia," kata Richard Eliezer di ruang sidang.

Richard Eliezer meminta maaf karena sempat berbohong saat pertama kali diminta keterangan oleh Benny Ali.

Richard Eliezer mengakui dirinya berbohong karena mengikuti perintah bosnya, Ferdy Sambo.

"Izin, jenderal. Saya mohon maaf, jenderal, karena dari awal sudah tidak terbuka, saya juga hanya mengikuti apa yang diperintahkan Pak FS," kata Richard Eliezer.

Dalam perkara ini, JPU mendakwa Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma`ruf melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua.

Ferdy Sambo c.s dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar