Ismail Bolong dan Terbongkarnya Gesekan Kabareskrim Vs Ferdy Sambo (3)

Jum'at, 25/11/2022 18:40 WIB
Presiden Jokowi, Kapolri Listyo Sigit, Menkopolhukam Mahfud MD (Kompas)

Presiden Jokowi, Kapolri Listyo Sigit, Menkopolhukam Mahfud MD (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Edi Hasibuan mengatakan viralnya video Ismail Bolong harus disikapi serius oleh kepolisian. Ia menyarankan agar Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Syahar Diantono untuk memeriksa Ismail Bolong.

"Saran kami, ya segera lakukan klarifikasi agar masalah ini kelar dan tidak jadi fitnah," ujar Edi seperti dikutip dari Antara, Kamis (10/11).

 

Menurut Edi, ada banyak kejanggalan yang muncul dari viralnya video Ismail Bolong tersebut. Pertama, video itu direkam oleh anggota Biro Pengamanan Internal (Paminal) Polri delapan bulan lalu di bawah pimpinan Hendra Kurniawan. Ia mempertanyakan alasan penyebaran video baru terjadi sekarang setelah bergulirnya kasus Ferdy Sambo Cs.

Edi menduga, kemunculan video yang menyerang petinggi Polri itu bagian dari perlawanan kubu mantan Kadiv Propam Ferdy Sambo dan anak buahnya yang tidak terima dipecat dan diadili karena kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. 

Kejanggalan kedua menurut Edi bahwa Ismail Bolong pun dengan segera telah meralat pernyataannya yang viral. Dalam video kedua, ia mengaku tidak pernah memberikan setoran kepada perwira Polri.

Tak lama setelah beredarnya video setoran tambang, Ismail Bolong kemudian mencabut pernyataannya. Ralat dari Ismail ihwal pencabutan pernyataan itu juga dibenarkan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Pertahanan Mahfud MD. “Terkait video Ismail Bolong bahwa dirinya pernah menyetor uang miliaran rupiah kepada Kabareskrim, maka setelah diributkan Ismail Bolong meralat dan mengklarifikasi," kata Mahfud MD kepada wartawan, Minggu (6/11).

Dalam penjelasannya saat mencabut keterangan, Ismail mengatakan bahwa bahwa mendapat tekanan dari Karo Paminal Divpropam Polri yang saat itu dijabat oleh tersebut Hendra Kurniawan. Ismail mengaku diancam akan dipersoalkan di Jakarta bila tidak membuat pernyataan itu. Ia bahkan mengaku ditelepon langsung oleh Hendra Kurniawan untuk membacakan testimoni. 

Ismail Bolong Pensiun Dini Saat videonya viral, Ismail sudah tak lagi menjadi anggota kepolisian. Mahfud Md dalam keterangan kepada wartawan menyebutkan, Ismail telah pensiun dini sejak Juli 2022. "Sudah dibantah sendiri oleh Ismail Bolong. Katanya sih waktu membuatnya Pebruari 2022 atas tekanan Hendra Kurniawan. Kemudian Juni dia minta pensiun dini dan dinyatakan pensiun per 1 Juli 2022," kata Mahfud.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar