Nama Calon Dirjen Imigrasi Disodorkan ke Jokowi, Ada Nama Silmy Karim

Jum'at, 25/11/2022 14:40 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim (Detik)

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim (Detik)

Jakarta, law-justice.co - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mengumumkan hasil akhir seleksi terbuka calon Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi. Pengumuman Kemenkumham yang termaktub dalam layang nomor SEK-KP.03.03-814 tentang akhir seleksi jabatan pimpinan tinggi madya Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham itu menampilkan tiga nama calon.


Ketiganya adalah Silmy Karim, Lucky Agung Binarto, dan Julexi Tambayong. Sekretaris Jenderal Kemenkumham Komisaris jendral Andap Budhi Revianto mengatakan dari 27 peserta yang dipanggil untuk seleksi wawancara, terpilih tiga peserta terbaik.

"Penentuan tiga peserta terbaik ini berdasarkan hasil seleksi administrasi dan rekam jejak, seleksi kompetensi bidang melalui penulisan makalah, seleksi kompetensi manajerial dan sosial kultural secara asesmen, serta wawancara," kata Andap, Jumat (25/11/2022)

Andap, yang juga ketua panitia seleksi, menyebutkan pansel merekomendasikan ketiga nama tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM. Selanjutnya, Menteri Hukum dan HAM menyampaikan nama-nama ini kepada Presiden melalui Sekretariat Presiden.

"Pansel menyerahkan rekomendasi tiga peserta terbaik itu kepada menteri. Selanjutnya, Bapak Menteri menyampaikan ketiga nama tersebut kepada Presiden melalui Sekretariat Presiden untuk ditentukan agar terpilih satu peserta yang akan menduduki jabatan Dirjen Imigrasi," kata Andap.

Selain kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi, pansel menyorongkan laporan hasi seleksi akhir ini kepada kepada Komisi Aparatur Sipil Negara. Ketiga peserta terbaik, Andap melanjutkan, memiliki latar belakang yang berbeda-beda.


Silmy Karim adalah Direktur Utama Krakatau Steel yang mengikuti seleksi dari kategori Non-PNS. Kemudian, Lucky Agung Binarto merupakan kader Kemenkumham dari Akademi Imigrasi. Sementara itu, Julexi Tambayong berlatar belakang militer, yaitu dari matra TNI AU.

Andap yakin tiga nama yang direkomendasikan ini adalah nama-nama terbaik yang memiliki kapabilitas dan kapasitas mumpuni untuk menahkodai imigrasi ke depan. “Berdasarkan proses seleksi dari awal hingga akhir, ketiga nama yang direkomendasikan oleh pansel adalah nama-nama terbaik dengan hasil seleksi terbaik yang memiliki kapasitas dan kapabilitas yang mumpuni sebagai nahkoda Direktorat Jenderal Imigrasi ke depan,” kata Andap.

Jejak Silmy Karim
Silmy Karim merupakan bos Krakatau Steel. Dia diangkat sebgai Direktur Utama Krakatau Steel melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 6 September 2018. Ia semula dikenal sebagai seorang profesional muda yang berkecimpung dalam industri pertahanan.

Setelah berhasil menangani beberapa BUMN yang sedang bermasalah, ia dijuluki sebagai Direktur Utama spesialis BUMN sakit. Di Krakatau Steel, pada Januari 2020, Silmy berhasil melakukan restrukturisasi utang ke sepuluh kreditur. Per Oktober 2021, Krakatau Steel telah membayar utang mereka senilai Rp 444,7 miliar.

Lalu, Krakatau Steel berhasil membukukan laba bersih Rp 896,1 miliar sepanjang 2021. Laba perusahaan naik 174 persen secara year on year menurut hasil laporan audit dari kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, firma anggota jaringan PwC global.

Tak hanya dikenal sebagai bos Krakatau Steel, Silmy diingat karena riwayatnya saat rapat di DPR. Silmy pernah diminta meninggalkan ruang rapat Komisi VII DPR pada medio Februari 2022. Pada saat itu, Silmy terlibat debat dengan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Haryadi, soal penghentian fasilitas blast furnace.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar