Sebut Rusia Teroris, Grup Wagner Kirim Palu Berdarah ke Parlemen UE

Kamis, 24/11/2022 19:20 WIB
Milisi tambahan Rusia Grup Wagner (Net)

Milisi tambahan Rusia Grup Wagner (Net)

Jakarta, law-justice.co - Pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner Rusia mengatakan bahwa dia telah mengirim sebuah palu godam ke Parlemen Eropa.


Palu tersebut diduga dimaksudkan sebagai ancaman dan peringatan merujuk kasus penyiksaan warga Rusia dengan palu.

Sikap mengancam Yevgeny Prigozhin datang ketika Parlemen Uni Eropa bersiap untuk mengutuk Wagner dalam resolusi yang tidak mengikat setelah mencap Rusia sebagai negara yang mensponsori terorisme.


Video tersebut muncul pada Rabu (23/11/2022) yang menunjukkan rekan Prigozhin mengacungkan kotak biola berisi palu godam dengan tulisan "PMC Wagner" di bagian kepalanya.

Sementara pada pegangan bagian bawah senjata tersebut tampak noda darah buatan.

"Yevgeny Prigozhin menyerahkan kepada Parlemen Eropa sebuah palu godam `berdarah` dengan logo terukir Wagner PMC

`Hadiah` dalam kotak biola dibawa oleh pengacara Prigozhin Igor Eliseev dari St. Petersburg dan diserahkan kepada blogger yang seharusnya mengirim instrumen ke Eropa," tulis Twitter @Sota_Vision, Kamis (24/11/2022).

Menurut The Moscow Times, senjata itu mengacu pada video lain yang muncul bulan ini di mana seorang pembelot Wagner yang dipukuli sampai mati dengan palu godam setelah ditangkap.

Prigozhin awalnya memuji pembunuhan prajurit itu tetapi kemudian membantah keterlibatan Wagner dan justru menyalahkan dinas rahasia AS tanpa bukti.

Palu godam itu diberikan kepada kelompok blog militer pro-perang yang sebelumnya dikaitkan oleh media Rusia.

"Peringatan yang akan dikirim ke Parlemen Eropa diserahkan kepada perwakilan Cyber ??Front Z," bunyi pernyataan singkatnya di media sosial.

Cyber ??Front Z muncul di aplikasi perpesanan Telegram pada hari-hari awal invasi Rusia ke Ukraina dengan promosi perekrutan untuk spesialis dan desainer TI, serta "komentator media sosial" dan "spammer."

Saat ini mereka telah memiliki lebih dari 100.000 pelanggan di saluran pro-perangnya.

Proyek hak-hak tahanan Gulagu.net mengidentifikasi orang dalam video tersebut sebagai pengacara Wagner yang berbasis di St. Petersburg, Igor Yeliseyev.

Parlemen Uni Eropa telah mengutuk "kejahatan keji" yang dilakukan oleh Wagner dan mendesak Rusia untuk menarik pasukannya dari Ukraina timur.

Namun situs web Parlemen Eropa mengalami serangan siber yang diklaim dilakukan oleh peretas pro-Rusia pada hari Rabu tak lama setelah resolusi terkait terorisme Rusia dinyatakan.

Warga Rusia Tewas Dipukuli Palu oleh Kelompok Wagner

Seorang mantan narapidana Rusia yang direkrut tentara bayaran Wagner, dieksekusi secara kejam oleh rekan sekelompoknya sendiri.

Ppria bernama Yevgeny Nuzhin (55) tersebut disiksa berulangkali dengan cara dipukul menggunakan palu.

Video penyiksaan tersebut viral hingga keluarga yang menyaksikan mengaku merasa ngeri dan miris.

Rekaman pembunuhan Nuzhin telah diposting oleh saluran Telegram Gray Zone yang terkait dengan Wagner.

Dalam video tersebut, Nuzhin terlihat berbaring dengan kepala ditempel ke dinding bata saat seorang pria tak dikenal memukulnya dengan palu godam.

Nuzhin telah menjalani hukuman penjara 24 tahun untuk pembunuhan yang dia lakukan pada tahun 1999 dan dibebaskan pada bulan Juli.

Ia kemudian ditugaskan wajib militer untuk bergabung perang di Ukraina dengan Wagner, kelompok militer terkenal yang dijalankan oleh Yevgeny Prigozhin, pengusaha Rusia yang berkuasa dan sekutu dekat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Setelah penangkapannya oleh pasukan Ukraina pada bulan September, Nuzhin memberikan serangkaian wawancara di negara itu, di mana dia mengatakan bahwa dia telah bergabung dengan kelompok Wagner untuk keluar dari penjara dan bahwa dia dengan cepat menyusun rencana untuk menyerah ke Ukraina.

Dalam wawancara, ia juga mengkritik kepemimpinan Rusia dan menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan pasukan Ukraina dan berperang melawan Moskow.


Ilya Nuzhin, putra Yevgeny, mengkonfirmasi kepada The Guardian pada hari Senin (14/11/2022), bahwa pria dalam video itu adalah ayahnya.

Namun, ia menolak memberikan komentar lebih lanjut, dengan alasan masalah keamanan.

Dalam sebuah wawancara dengan kelompok hak asasi manusia Rusia, Gulagu.net pada Minggu malam, Ilya Nuzhin sempat mengatakan keluarganya mengetahui kematian ayah mereka melalui Telegram, yang membuat mereka ngeri.

"Seluruh keluarga kami menangis melihat video itu. Dia dibunuh seperti binatang," kata Ilya.

Tidak segera jelas siapa yang berada di balik video itu, atau bagaimana Nuzhin akhirnya kembali ke Rusia.

Laporan yang belum dikonfirmasi mengatakan Nuzhin telah menjadi bagian dari pertukaran tahanan Rusia-Ukraina baru-baru ini.

"Ada banyak pertanyaan dan saya harap kita bisa menyelesaikannya," ucap Vladimir Osechkin, kepala Gulagu.net, sebuah kelompok hak asasi yang berfokus pada dugaan pelanggaran dalam sistem penjara Rusia.

"Ukraina memiliki tanggung jawab terhadap Nuzhin dan dia seharusnya tidak ditukar, mengingat bahaya yang dia hadapi di Rusia."

Osechkin mengatakan semua tanda menunjukkan keterlibatan Wagner dalam pembunuhan itu dan mengatakan dia berencana untuk mengirim permintaan ke pihak berwenang Rusia untuk meluncurkan kasus pidana.

"Wagner tidak akan bisa melakukan eksekusi abad pertengahan ini tanpa persetujuan dari dinas keamanan Rusia," kata Osechkin.

Prigozhin, yang berada di bawah sanksi Barat atas perannya di Wagner, pada hari Minggu menyuarakan persetujuannya atas pembunuhan itu, menyebut Nuzhin sebagai pengkhianat.

"Nuzhin mengkhianati rakyatnya, mengkhianati rekan-rekannya, mengkhianati secara sadar," tegas Prigozhin.(TribunWow.com/Via)

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar