Padahal Untung Berkat Pandemi, Kok E-Commerce Marak PHK? (1)

Kamis, 24/11/2022 16:00 WIB
Ilustrasi e-Commerce (Bisnis)

Ilustrasi e-Commerce (Bisnis)

Jakarta, law-justice.co - Startup e-commerce marak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) tahun ini. Padahal sektornya termasuk yang diuntungkan oleh pandemi corona sejak awal 2020.

E-commerce yang melakukan PHK di antaranya Shopee Indonesia, Tanihub, JD.ID, Beres.id, Bananas, GoTo (Tokopedia), dan Sirclo. Beberapa di antaranya juga menutup layanan.

Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani menyampaikan, pasar sedang terkoreksi cukup dalam secara global. “PHK memang harus dilakukan,” kata, dikutip dari Katadata, Kamis (24/11/2022)


Efisiensi yang bisa dilakukan bukan hanya PHK. Namun, “intinya dalam kondisi cash-crunch seperti sekarang, perusahaan mengutamakan kelangsungan bisnis dengan mengamankan posisi arus kas,” ujar dia.


Sedangkan terkait e-commerce kilat alias quick commerce seperti Bananas dan HappyFresh, menurutnya sub-sektor ini terpengaruh kondisi ekonomi. Apalagi sektor ini baru mulai,” tambah dia.

Quick commerce merupakan salah satu sektor yang ramai mendapatkan pendanaan pada awal tahun ini. Namun, startup di sektor ini justru menutup layanan dan ada yang memangkas jumlah pegawai.

Beberapa e-Commerce yang PHK pegawai

1. TaniHub

PHK pada Februari

Tutup operasional warehouse atau pergudangan di Bandung dan Bali pada Februari

Setop business to consumer (B2C). Berfokus di business to business (B2B)

2. Brambang

Tutup platform Brambang.com pada Mei

Membuat layanan baru bernama BrambangElektronik

3. Sayurbox

Dikabarkan PHK pada Juli

Tutup toko offline Toko Panen pada Juni

4. HappyFresh

Tutup layanan di Jakarta pada awal September dan kembali membuka operasional pada akhir September atau setelah meraih pendanaan

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar