Muncul Nama Erick Thohir Gantikan Iwan Bule untuk Ketum PSSI

Rabu, 02/11/2022 11:20 WIB
Erick Tohir (Katadata)

Erick Tohir (Katadata)

Jakarta, law-justice.co - Mananjemen Sriwijaya FC menyebut Erick Thohir merupakan sosok yang tepat untuk menggantikan Mochamad Iriawan sebagai Ketum PSSI.

Seperti diketahui, PSSI bakal menggelar KLB sebagai rekomendasi untuk menggelar kompetisi di Liga 1 Indonesia.

Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang digadang-gadang bakal digelar 18 Maret 2023, Dirtek PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Indrayadi SE selaku manajemen pengelola Sriwijaya FC menyebut figur calon Ketum PSSI pengganti Iwan Bule nanti mesti punya nilai bergaining dengan pemerintah.


"Di negara ini orang yang pimpin PSSI harus punya nilai bergaining dengan pemerintah," ungkap mantan pelatih Kiper Sriwijaya FC tersebut, Rabu (2/11/2022).

Dirtek Sriwijaya FC ini melihat kalau untuk figur wajah baru belum kelihatan yang menonjol masih orang-orang lama yang nampak.

"Tapi bukan berarti gak ada yang muda-muda sekarang patut dikasih kesempatan memimpin PSSI," kata mantan kiper PS Pusri Palembang era Galatama.

Menurutnya, orang yang tepat figur muda dan memiliki nilai bergaining dengan pemerintah itu yakni Menteri BUMN Erick Thohir.

"Kalau Erick Thohir bagus juga," kata Indrayadi.

Plt Sekretaris Asprov PSSI Sumsel, Faisal Mursyid SH juga pernah melontarkan pendapat secara pribadi menjagokan Erick Thohir.

H. Erick Thohir, B.A., M.B.A. adalah pengusaha dan filantropis Indonesia. Ia kini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia.

"Itu pendapat pribadi. Bukan sebagai dari Asprov dan SFC. Kalau dari Asprov PSSI Sumsel dan SFC tentunya harus ada mekanisme internal organisasi yang harus dilalui. Menurut saya, beliau faham dengan sepakbola," ungkap Faisal Mursyid.

Faisal yang juga Sekretaris PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku manajemen pengelola klub Sriwijaya FC ini mengatakan, perkembangan terakhir KLB diperkirakan pada Maret 2023, PSSI Sumsel belum punya calon.


Seperti diketahui Asprov PSSI Sumsel juga bakal menggelar KLB untuk memilih Ketua Asprov PSSI Sumsel periode 2022-2024 di Hotel Emilia Komplek PIM, Sabtu (5/10/2022). Meskipun sudah dipastikan calon tinggal bakal terpilih kembali Ir H Ucok Hidayat MT.

"Tentunya Ketua dan anggota Exco terpilih Asprov PSSI Sumsel yang akan merumuskannya siapa Calon Ketum yang akan diusung," kata Faisal.

Menurutnya, kalau figur tentunya ia mengharapkan figur yang lebih bisa membawa PSSI ke yang lebih baik.

"Kalau secara pribadi , pendapat saya pribadi Salah satu figur yang sudah malang melintang di sepakbola nasional dan Internasional adalah Erick Thohir," ujarnya.

Faisal juga menyebut syarat menjadi Ketum, tentunya orang yang punya kompetensi di sepakbola, di statuta paling tidak punya pengalaman mengurus sepakbola 5 tahun minimal.

"Tantangan pengurus PSSI yang akan datang memang berat, selain melanjutkan agenda kompetisi yang terhenti, juga persiapan beberapa tim nas di AFF dan AFC, serta yang paling signifikan adalah agenda Piala Dunia U 20 Tahun 2023 yang waktunya tinggal sekitar 6 bulan lagi," pungkasnya.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, berharap jika kompetisi sepak bola Liga 1 bisa segera mendapatkan izin dari pemerintah.

Dia menilai jika terhentinya kompetisi Liga 1 berpengaruh besar terutama kepada mereka yang hidup dari sepak bola.

Permintaan Iwan Bule tentang Liga 1 ini dia sampaikan melalui laman instagram pribadinya (@mochamadiriawan84) pada Minggu (30/10/2022).

Sementara itu, PSSI akhirnya memastikan jika Kongres Luar Biasa (KLB) akan segera digelar.

Sebelumnya, ada dua tim yakni Persis Solo dan Persebaya Surabaya yang mendesak agar KLB segera dilaksanakan.

Hal ini sebagai evaluasi dan diharapkan bisa menghasilkan perubahan di PSSI dan PT LIB pasca Tragedi Kanjuruhan.

Terkait hal ini, PSSI melalui Anggota Komite Eksekutif (Exco) Vivin Cahyani menjelaskan jika KLB baru akan digelar pada Januari 2023.

Pasalnya, dalam statuta PSSI menjelaskan jika KLB pada tahap awal akan menentukan komite pemilihan dan komite banding.

Waktu yang dibutuhkan hingga KLB digelar yakni sekitar 60 hari.

Jika seusai rencana maka kompetisi sepak bola di tanah air baru akan berjalan pada awal tahun depan.

Seusai rekomendasi TGIPF maka KLB harus segera dilakukan agar kompetisi bisa berjalan kembali.

Hal ini berpengaruh pada izin yang diberikan oleh pemerintah. 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar