Pergeseran Standar Kemiskinan saat RI Dihantui Resesi (2)

Jum'at, 30/09/2022 18:30 WIB
IMF. (CNBC)

IMF. (CNBC)

Jakarta, law-justice.co - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva memperkirakan pertumbuhan yang melambat dari biaya pinjaman akan membuat tahun depan terasa seperti resesi bagi jutaan orang. Bahkan, hal itu akan tetap terasa meski ekonomi global menghindari penurunan teknis.

"Kenaikan suku bunga akan menggigit dan kita akan melihat dampaknya pada pertumbuhan," kata Georgieva, dilansir dari The Business Times, Jumat (30/9/2022)

"Untuk ratusan juta orang, ini akan terasa seperti resesi. Jadi kencangkan sabuk pengamannya. Mudah-mudahan, jika kita mengendalikan inflasi maka kita dapat melihat fondasi untuk pertumbuhan dan pemulihan," tambahnya.

Lonjakan harga telah memaksa bank sentral di seluruh dunia untuk memperketat kebijakan moneter, yang diperkirakan mendinginkan inflasi tetapi berisiko membawa ekonomi ke dalam resesi. Di Amerika Serikat (AS), Federal Reserve secara agresif menaikkan suku bunga untuk menjinakkan kenaikan harga tercepat dalam empat dekade.

Kenaikan suku bunga di AS juga telah membantu memperkuat dolar, yang mempersulit negara-negara untuk membayar utang dalam mata uang dolar dan memperburuk rasa sakit inflasi mereka sendiri.

Berangkat dari hal itu, Georgieva mengatakan, tidak diragukan lagi Dewan IMF akan segera menyetujui apa yang disebut `jendela kejutan makanan`. Hal itu sebuah mekanisme untuk membantu negara-negara yang dilanda krisis pasokan yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina, yang telah mengganggu pengiriman biji-bijian.

"Negara yang dilanda perang itu bisa menjadi salah satu dari mereka yang mendapat manfaat dari upaya tersebut," pungkas Georgieva.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar