Pelanggaran HAM Berat Ferdy Sambo dan Penyesalan Tak Berguna (1)

Rabu, 28/09/2022 18:20 WIB
Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (Kiblat.net)

Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid (Kiblat.net)

Jakarta, law-justice.co - Kasus pembunuhan yang menyeret nama Ferdy Sambo kembali menjadi sorotan.

Terbaru, Amnesty Internasional Indonesia (AII) menilai bahwa kasus Ferdy Sambo masuk pada kategori pelanggaran HAM berat.

Melansir dari Suara, Rabu (29/9/2022) Direktur AII, Usman Hamid menyatakan hal ini merujuk pada kesimpulan penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo pada Brigadir J.

Seperti diketahui, extra judicial killing adalah sebutan yang disematkan Komnas HAM dalam kasus Ferdy Sambo.

"Merujuk pada pasal 104 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang HAM, extra judicial killing adalah pelanggaran HAM yang berat," kata Usman.

Usman berpendapat bahwa penyebutan tersebut bukan tanpa landasan. Dia mengatakan bahwa hal tersebut tertuang dalam pasal 104 ayat 1 yang menyebutkan untuk mengadili pelanggaran hak asasi manusia yang berat harus dibentuk Pengadilan Hak Asasi Manusia di lingkungan Pengadilan Umum.

Lebih lanjut, dalam penjelasan Ayat 1 pasal 104 disebutkan bahwa yang masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat meliputi genosida, pembunuhan sewenang-wenang atau putusan pengadilan (extra judicial killing), penyiksaan, penghilangan orang secara paksa, perbudakan, atau diskriminasi yang dilakukan secara sistematis.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar