Berkas Lengkap, Intel Kejagung Pantau Ketat Ferdy Sambo

Rabu, 28/09/2022 17:40 WIB
Ferdy Sambo dan Putri Candrawati saat Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Brigadir Yosua (Net)

Ferdy Sambo dan Putri Candrawati saat Rekonstruksi Adegan Pembunuhan Brigadir Yosua (Net)

Jakarta, law-justice.co - Kejaksaan Agung akhirnya menyatakan bahwa berkas perkara kelima tersangka kasus pembunuhan Brigadir J telah P21 alias lengkap.

Dengan adanya pernyataan kelengkapan berkas tersebut, maka sudah pasti persidangan Ferdy Sambo Cs akan segera tiba.

Komisi Kejaksaan RI juga telah menunjuk 30 orang Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani kasus Ferdy Sambo.


Ketua Komisi Kejaksaan RI, Barita Simanjuntak mengatakan, bahwa pihaknya telah mempersiapkan jaksa-jaksa terbaik untuk mengurus kasus tersebut.

"Itu ada jaksa senior. Bahkan rencana dakwaannya, poin-poin penting dari substansinya sudah disiapkan," ucap Barita, dikutip dari tayangan Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Guna menghidarkan para jaksa dari intervensi pihak luar, Barita juga telah menyiapkan treatmen khusus bagi para jaksa.

Salah satunya adalah melakukan penyadapan setiap sarana komunikasi para jaksa hingga menyiapkan safe house selama persidangan berlangsung.

"Semua sarana komunikasi dari jaksa yang 30 orang itu dilakukan penyadapan dan monitor," tutur Barita.

"Bahkan mereka juga dipersiapkan untuk di safe house-nya, untuk memastikan tidak ada gangguan dan koordinasi selama persidangan," sambungnya.

Selain itu, Jaksa Agung bidang Intelejen dan Jaksa Agung bidang Pengawasan juga akan dilibatkan dalam pengawasan terhadap para JPU tersebut.

"Jaksa Agung Muda bidang Intelijen dan Jaksa Agung Muda bidang Pengawasan untuk mengawasi teknis internal dari pengaruh-pengaruh yang diduga tadi," Kata Barita.

Selain di luar persidangan, Komisi Kejaksaan juga akan melakukan pengawasan di dalam persidangan.

Barita juga mengatakan, bahwa setiap komisioner di Komisi Kejaksaan akan selalu hadir menyaksikan jalannya persidangan.

"Kami Komisi Kejaksaan akan hadir di setiap persidangan. Jadi kita bisa lihat langsung, ada lima orang komisioner akan hadir," kata Barita.

"Kami juga Komisi Kejaksaan menerima kalau ada laporan, pengaduan dari masyarakat, untuk kami tindaklanjuti," sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung untuk tetap pada komitmen penyelesaian kasus ini dengan sebaik mungkin.

"Dan koordinasi kita dengan Pak Jaksa Agung dengan komitmen yang tinggi penyelesaian kasus ini secara profesional, transparan, dan akuntabel," pungkasnya.

 

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar