Lolos dari Pailit, Garuda Pakai APBN untuk Perawatan Pesawat

Selasa, 27/09/2022 20:40 WIB
Kru Garuda Indonesia (Ist)

Kru Garuda Indonesia (Ist)

Jakarta, law-justice.co - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra mengatakan akan mempertahankan pangsa pasar penerbangan domestik di atas 39 persen sampai 2026 dari sebelumnya 37 persen pada 2021.


"Kita berharap dengan mengoptimalisasi rute, kita bisa memperbaiki pangsa pasar, tapi tentu tidak menutup mata terhadap agresivitas kompetitor," jelas Irfan dikutip dari Antara, Senin (26/9/2022).


"Yang penting dipastikan setiap rute menghasilkan keuntungan dan sebagai perusahaan kita menghasilkan keuntungan," katanya lagi.

Ia menyebutkan akan berfokus membuat Garuda Indonesia mampu menghasilkan keuntungan dan tidak sekadar melayani banyak penerbangan, memiliki berbagai jenis pesawat, dan memenangkan award.

Adapun di 2022 Garuda Group menargetkan pangsa pasar penerbangan domestik sebesar 46 persen untuk Garuda dan Citilink.

Rute penerbangan internasional juga akan difokuskan untuk rute-rute yang memberikan keuntungan bagi Garuda Indonesia.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetyo menyebutkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan kepada Garuda akan memperbaiki likuiditas perseroan, dan menyokong biaya maintenance pesawat yang dimiliki Garuda.

"PMN ini juga merupakan bagian komitmen saat kami bernegosiasi dengan para lessor dan kreditur. Komitmen pemerintah Rp7,5 triliun menjadi satu condition precedenct agar perjanjian homologasi dapat ditandatangani pada Juni lalu," ujar dia.


Garuda Indonesia juga diproyeksi dapat menyumbang pajak tidak langsung senilai 7,28 juta dollar AS dan menambah Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 725,59 dolar AS per tahun.

"Bagi masyarakat, PMN untuk Garuda Indonesia membuat Garuda dapat menyerap tenaga kerja dan menyediakan layanan penerbangan," ucap dia.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar