Usai Suku Bunga BI Naik, Bunga Simpanan dan Bunga Kredit Menyusul

Sabtu, 24/09/2022 22:00 WIB
Gedung Bank Indonesia (Foto:Tribunnews)

Gedung Bank Indonesia (Foto:Tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Kenaikan bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan langsung direspons perbankan dengan menaikkan suku bunga simpanan maupun bunga kredit. Bank Indonesia (BI) melihat terdapat jeda waktu transmisi penyesuaian bunga acuan ke bunga simpanan dan bunga kredit di perbankan.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti menyatakan transmisi ini pada saat normal membutuhkan waktu satu hingga dua triwulan alias 3 bulan sampai 6 bulan.


Namun, ia melihat, saat ini kondisi perbankan masih longgar sebagai dampak dari Covid-19.

“Pada Agustus 2022, BI rate naik 25 basis poin (bps). Di pasar suku bunga dana dan kredit perbankan masih turun. Bunga Dana turun 44 bps menjadi 2,9% dan bunga kredit 48 bps jadi 8,94%,” ujarnya, dilansir Sabtu (24/9/2022)

Saat normal, biasanya transmisi penyesuaian antara satu hingga dua triwulan untuk melihat dampaknya. Destry menyatakan dengan likuiditas perbankan yang banyak, BI memprediksi tidak akan banyak berdampak.

“Secara industri masih industri, industri masih ample, namun perlu juga dilihat secara granular,” tambahnya.

Sedangkan, Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan transmisi suku bunga kebijakan ke suku bunga deposito perbankan membutuhkan waktu 1 kuartal. Sedangkan transmisi suku bunga kebijakan ke bunga kredit hingga 2 kuartal.

Asal tahu saja, guna menekan inflasi inti, Bank Indonesia kembali mengerek bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) di rapat dewan gubernur (RDG) BI di September 2022. Pada bulan lalu, bank sentral juga menaikkan bunga acuan 25 bps.

Artinya, hingga saat ini BI rate ada di level 4,25%. Kendati demikian, Bank Indonesia mengakui dibutuhkan waktu bagi perbankan dalam penyesuaian bunga simpanan dan kredit terhadap BI rate.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar