STY dan Luis Milla Saling Beri Dukungan, Kenapa Pelatih Lokal Tidak?

Sabtu, 24/09/2022 14:55 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong (foto: instagram shintaeyong7777)

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong (foto: instagram shintaeyong7777)

Jakarta, law-justice.co - Sukses membawa Timnas Indonesia berprestasi di berbagai ajang Internasional membuat pelatih kepala Timnas Indonesia Shin Tae-Yong mendapatkan beberapa apresiasi dari berbagai pihak. Tidak terkecuali mantan pelatih Timnas Indonesia Luis Milla.

Pelatih asal Spanyol itu yang kini menjabat pelatih kepala Persib Bandung, memuji kinerja Shin Tae-Yong karena dapat memaksimalkan potensi skuad Garuda menjadi tim yang tangguh.

Mendapat pujian dari Luis Milla, Shin Tae-yong buka suara. Menurutnya sikap saling menghormati dan menghargai adalah aspek terpenting sebagai sesama pelatih.

"Jujur tidak tahu soal Luis, begitu menjadi pelatih kepala memang banyak cerita tentang Luis Milla. Tapi saya melihat Luis itu gentle, maka dari itu saya melihat Luis Milla orangnya baik ada pengalaman," ucap STY.

"Jadi punya pengalaman orang spanyol itu baik, gentle dan keren, mungkin sebagai sesama pelatih menghargai pelatih lain," katanya.

Berbeda Persepsi Dengan Pelatih Lokal.

Kejadian ini muncul ketika Markus Horison berteriak dengan menyebut `local pride` usai menjuarai Piala AFF U-16 2022. Dugaan ini ditujukan kepada pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong lebih memilih pemain naturalisasi didalam skuadnya.

Serupa dengan Markus Horison, Fakhri Husaini juga melontarkan narasi yang sama saat memberikan ucapan selamat kepada para pemain dan pelatih seusai juara Piala AFF U-16 2022

Melalui akun Instagram pribadinya Fakhri Husaini memberikan ucapan selamat kepada anak asuh Bima Sakti dengan istilah produk lokal prestasi internasional.

"Produk LOKAL prestasi INTERNASIONAL. Top, membanggakan, menginspirasi," tulis Fakhri Husaini di akun Instagram pribadinya.

Namun sangat disayangkan perkataan Fakhri Husaini dan Markus Horison ini mendapatkan kecaman pecinta Timnas. Karena istilah produk lokal diklaim sangat sensitif untuk sepak bola Indonesia, mengingat Shin Tae-Yong sedang menjalankan proyek naturalisasi demi kemajuan Timnas Indonesia.

Terlebih event yang dijalankan nanti sudah berbeda level. Timnas senior dengan Piala Asia 2023 dan Timnas U-20 dengan Piala Dunia U-20. Ini tentu membutuhkan skuad yang kuat untuk bersaing di ajang tersebut, dan levelnya pun bukan sesama negara ASEAN.

--Hfzh--

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar