Tahun ini China Tingkatkan Impor Batu Bara ke Indonesia Hingga 35%

Selasa, 20/09/2022 21:20 WIB
Ilustrasi tambang batu bara RI  (Foto: media BUMN).

Ilustrasi tambang batu bara RI (Foto: media BUMN).

Beijing, Tiongkok, law-justice.co - Cina meningkatkan impor batu bara dari Indonesia pada Agustus hingga sebesar 35% menjadi 15,82 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan tingginya permintaan listrik di tengah musim panas yang ekstrim.

Peningkatan impor batu bara dari Indonesia terjadi karena harga batu bara Indonesia yang relatif lebih murah dibandingkan batu bara domestik di Cina. Hal ini mendorong perusahaan utilitas negeri panda untuk membeli lebih banyak.

Pada Agustus, harga batu bara termal Indonesia 3.800 kkal lebih murah sekitar US$ 24,26 per ton dibandingkan batu bara Cina dengan kualitas yang sama, dan batu bara 4.700 kkal lebih murah US$ 19,97 per ton. Meski demikian, volume impor tersebut masih lebih rendah dibandingkan impor pada Agustus tahun lalu yang mencapai 17,3 juta ton.

Cina juga meningkatkan impor dari Rusia, melebihi level bulan sebelumnya dan mencapai level tertinggi setidaknya dalam lima tahun. Impor batu bara dari Rusia pada Agustus mencapai 8,54 juta ton, naik dari 7,42 juta ton pada Juli, dan 57% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

Data dari Administrasi Umum Kepabeanan Cina menunjukkan angka bulanan tersebut merupakan yang tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 2017. Impor dari Rusia melonjak beberapa bulan terakhir karena Eropa telah menangguhkan pembelian batu bara Rusia sebagai sanksi invasi Ukraina.

Sanksi memaksa Rusia menjual batu baranya dengan diskon besar. “Namun harga itu telah kembali naik karena peningkatan pembelian dari Cina dan India, tapi masih lebih murah daripada batu bara domestik dengan kualitas yang sama,” kata para trader seperti dikutip Reuters, Selasa (20/9/2022).

Harga batu bara termal Rusia dengan kandungan kalori 5.500 kkal yang diekspor ke Cina naik menjadi US$ 155 per ton pada akhir Agustus, dari US$ 150 per ton pada bulan sebelumnya.


Kekeringan parah dan gelombang panas melanda Cina barat dan selatan mulai akhir Juli menyebabkan pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan untuk pendingin ruangan dan anjloknya produksi pembangkit listrik tenaga air.

Cina juga meningkatkan pembelian batubara termal berkualitas lebih tinggi, seperti batu bara Rusia, untuk meningkatkan efisiensi pembangkit listrik.

Perusahaan listrik di Cina diperkirakan akan meningkatkan impor batu bara pada Oktober untuk mengisi kembali stok menjelang dimulainya musim dingin di sebagian besar Cina utara pada pertengahan November.

Namun, karena depresiasi renminbi terus berlanjut, batu bara impor akan menjadi lebih mahal bagi pembeli Cina dan berpotensi mengurangi permintaan.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar