Strategi Unik Microsoft Rayu Pengguna Chrome Agar Pindah ke Edge

Jum'at, 12/08/2022 06:34 WIB
Perusahaan Microsoft (Katadata)

Perusahaan Microsoft (Katadata)

Jakarta, law-justice.co - Microsoft resmi menutup peramban (broswer) Internet Explore pada Juni lalu dan menggantinya dengan Microsoft Edge. Perusahaan software raksasa ini pun merancang strategi untuk menarik lebih banyak orang menggunakan Edge.

Salah satu strateginya digulirkan dalam Edge versi 104 yang menawarkan fitur untuk mempermudah impor data dari peramban pesaing, Chrome.

Jadi, pengguna yang ingin menjajal browser Edge versi 104, tidak perlu menginstal Chrome lebih dulu untuk mengimpor data. Hal ini bisa mempermudah transfer data antar-peramban, karena biasanya dukungan impor data antar-browser lainnya mengharuskan pengguna menginstal kedua browser yang ingin dihubungkan.

Untuk memindahkan data dari Chrome ke Microsoft Edge, pengguna hanya perlu login ke akun Google di Edge. Dengan begitu, data yang pengguna miliki di Chrome, akan disinkronkan melalui cloud dan bisa diakses dari Microsoft Edge.

Selain fitur impor data dari Chrome, Microsoft Edge versi 104 juga dilengkapi dengan mode keamanan level baru, yaitu Level Basic. Fitur ini menambah mode keamanan Level Balance dan Level Strict yang sudah tersedia sebelumnya.

Dengan mode keamanan Level Basic, perlindungan keamanan hanya akan diterapkan pada situs web yang jarang dikunjungi pengguna.


"Dengan mode keamanan yang ditingkatkan, Microsoft Edge membantu mengurangi serangan dengan menerapkan pengaturan keamanan yang lebih konservatif secara otomatis pada situs yang tidak dikenal dan beradaptasi seiring waktu ketika Anda terus berselancar (di internet)," tulis Microsoft dikutip KompasTekno dari Windows Central, Kamis (11/8/2022).

Pengaturan default Microsoft Edge akan menonaktifkan mode keamanan berbagai level. Adapun pengguna bisa mengaktifkan fitur tersebut secara manual pada menu Pengaturan/Settings > Privasi > gulir hingga Anda menemukan fitur "Enhance your security on the web" > Aktifkan fitur tersebut.

Jika Anda sudah mengunjungi menu itu namun tak menemukan mode keamanan Basic, Anda bisa memeriksa pembaruan pada menu "About Microsoft Edge".


Microsoft Edge diklaim lebih unggul dari Chrome


Microsoft menutup peramban internet ikonik mereka - Internet Explorer - pada 15 Juni 2022. Artinya, browser yang diperkenalkan pada 17 Agustus 1995 dengan nama "Micrososft Internet Explorer" tersebut tak akan lagi mendapatkan fitur baru atau pembaruan (update) keamanan mulai hari ini hingga seterusnya.

Meski demikian, Microsoft menyiapkan pengganti peramban internet yang biasa disingkat dengan "IE" itu, yaitu Microsoft Edge, browser internet yang diluncurkan pada 2020 lalu, yang juga merupakan peramban internet bawaan di sistem operasi (OS) Windows 10.

Microsoft Edge juga memiliki mode dan fungsi-fungsi yang ada di Internet Explorer dan disebut lebih mumpuni lantaran bisa mengatasi sejumlah masalah yang dimiliki IE, salah satunya adalah keamanan.

General Manager Microsoft Edge Enterprise, Sean Lyndersay mengeklaim Microsoft Edge menawarkan sistem keamanan tingkat tinggi yang bisa melindungi perangkat dari serangan phishing dan malware, berkat Microsoft Defender SmartScreen.

Edge juga dibekali Pssword Monitor yang bisa memindai situs gelap (dark web) untuk mengidentifikasi apakah ada data pribadi pengguna yang terancam bahaya atau tidak.

Dengan fitur-fitur tersebut, Lyndersay mengekalim Microsoft Edge lebih unggul dibanding browser Google Chrome. Selain itu, Edge juga diklaim mampu mendukung berbagai situs web yang lebih modern.

"Dengan integrasi ke Microsoft 365 Security, Microsoft Edge bahkan lebih baik untuk bisnis dibanding Chrome di Windows 10," ujarnya.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar