Perdagangan Anak di Sulsel Terbongkar, Gunakan Modus Adopsi

Senin, 08/08/2022 20:30 WIB
Ilustrasi perdagangan anak (foto: gozoe.org)

Ilustrasi perdagangan anak (foto: gozoe.org)

Sulawesi Selatan, law-justice.co - Polisi mengungkap kasus perdagangan anak yang menyeret tiga nama warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) dilakukan dengan modus adopsi. Modusnya dengan menampung anak, namun tanpa dokumen keterangan lahir.


"Empat anak yang ditampung tersebut dibawa dari Malaysia dan diakui sebagai anak angkat atau sudah diadopsi dari sana (Malaysia)," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (8/8/2022).

Diketahui, para terduga pelaku masing-masing inisial S (50), RJ (36), dan RL (49). Ketiganya dibekuk usai dicurigai menampung empat balita asal Malaysia. Balita yang diadopsi tersebut yakni inisial MF (3), PUP (2), PUS (2), dan MFE (1).

Keempat anak tersebut didatangkan melalui jalur udara ke Kabupaten Pinrang. Mereka dibantu babysitter yang sebelumnya merawat empat anak tersebut.

"Jadi babysitter sebelumnya yang bawa dari Malaysia dan empat anak itu dijemput di Bandara Sultan Hasanuddin menuju ke Kabupaten Pinrang," ungkapnya.

Empat balita tersebut dibawa dari Malaysia dalam kurun waktu yang berbeda. MFE, PUS, dan PUP dibawa dari Malaysia kurang lebih sebulan yang lalu ke Pinrang. Sementara MF dibawa dari Malaysia dua tahun yang lalu.

"PUS dan PUP ini anak kembar. Keduanya memiliki keturunan Philipina-Melayu," jelasnya.

RL mengakui mengadopsi PUS dan PUP sebab orang tua anak tersebut meninggal dunia dan masih memiliki hubungan keluarga dengan istrinya. Adapun MFE yang memiliki perawakan China dilaporkan RL ditemukan sendiri di depan rumahnya dalam keadaan masih terlilit tali pusar.

Sementara untuk MF yang memiliki keturunan Medan diakui RL diserahkan oleh orang tuanya sebelum meninggal dunia kepada dirinya.

Sejauh ini Muhalis mengaku belum menetapkan tersangka atas kasus dugaan perdagangan anak tersebut. Ia mengaku masih butuh bukti untuk dapat meningkatkan status terduga pelaku.

"Kami masih lakukan pendalaman terus, belum ada penetapan tersangka," sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga warga di Kabupaten Pinrang, masing-masing inisial S (50), RJ (36) dan RL (49) diamankan polisi atas kasus dugaan perdagangan anak. Ketiganya dibekuk usai dicurigai menampung 4 balita asal Malaysia.

"Kami telah mengamankan tiga orang yang dicurigai terlibat kasus perdagangan anak," ungkap Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Muhalis kepada detikSulsel, Kamis (4/7).

Muhalis menjelaskan awalnya pihaknya menerima informasi terkait 2 yang dicurigai akan melakukan perdagangan anak. Polisi yang melakukan penyelidikan terhadap S (5) dan RJ (36). Kedua perempuan itu diamankan di wilayah Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Pinrang, Selasa (2/8).

"Kedua perempuan itu mengaku hanya sebagai pengasuh dari empat anak tersebut di rumah RL," tuturnya.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar