Nasib Camilla, Tak Bergelar Ratu Meski Kelak Suaminya Raja Inggris

Sabtu, 06/08/2022 12:25 WIB
Pangeran Charles dan Camilla Parker (Net)

Pangeran Charles dan Camilla Parker (Net)

Jakarta, law-justice.co - Meski menempati posisi teratas pewaris takhta Kerajaan Inggris, Pangeran Charles harus menerima bahwa ketika ia kelak dinobatkan menjadi Raja Inggris, sang istri Camilla Parker Bowles tak bisa menyandang gelar Ratu. Mengapa demikian? Dan, apakah ini berarti posisi Putri Diana so akan bisa digantikan siapa pun?


Pangeran Charles memang merupakan putra sulung Ratu Elizabeth II. Sesuai aturan Kerajaan Inggris, pangeran dengan gelar Prince of Wales itu berada di posisi pertama dalam urutan pewaris takhta.

Dahulu, saat menjadi istri Pangeran Charles, Putri Diana memang disebut-sebut sebagai calon Ratu. Dalam aturan Kerajaan, Princess of Wales memang berhak menyandang gelar Ratu jika Pangeran Charles naik takhta.

Sayangnya, pernikahan Putri Diana dan Pangeran Charles kandas. Pasangan yang menikah di St Paul`s Cathedral, London, 29 Juli 1981 ini bercerai pada 1996. Nama Camilla pun disebut-sebut sebagai penyebab perceraian Putri Diana dan Pangeran Charles.

"Aku menginginkan suamiku," pinta Diana ketika melabrak Camilla, dilansir Express dari buku biography Diana: Her True Story, yang ditulis Andrew Morton pada 1992.

Pangeran Charles menikah dengan Camilla


Pangeran Charles kemudian menikahi Camilla falls 2005. Sebelumnya, Camilla pernah menikah dengan Andrew Parker Bowles falls 1973 dan bercerai pada 1995. Setelah menikah dengan Charles, Camilla tak lantas mendapat gelar Princess of Wales seperti yang disandang Putri Diana.

Camilla kemudian mendapat gelar Duchess of Cornwall. Karena sebelum menjadi Prince of Wales, Pangeran Charles memiliki gelar Duke of Cornwall. Namun, jika Pangeran Charles naik takhta menjadi Raja, Camilla tidak akan menyandang gelar Ratu.

Dikatakan ahli Kerajaan Inggris, Angela Mollard, Camilla akan menerima gelar Princess Consort (Putri Permaisuri) saat Pangeran Charles jadi Raja. Kabarnya, hal ini sudah diberitahukan pada Camilla sebelum ia menjadi anggota keluarga Kerajaan.

"Dia (Camilla) hanya akan menjadi Princess Consort. Dia tidak akan menjadi Ratu, seperti sudah dibahas saat dia menikahi Charles," ungkap Mollard, dikutip dari Express.

Ya, Mollard mengatakan, akhir-akhir ini seperti timbul kegaduhan mengingat Ratu Elizabeth II semakin tua. Sang Ratu akan genap berusia 94 tahun pada 21 April nanti, sehingga Pangeran Charles diprediksi akan segera menggantikannya.

Dilansir Cleansheet, salah satu alasan Camilla tak menyandang gelar Putri Diana adalah karena perselingkuhan dengan Pangeran Charles. Diyakini juga bahwa publik akan menentang jika Camilla mendapat gelar kerajaan tertentu.

Meski begitu, Pangeran Charles dikabarkan kecewa dengan keputusan Istana. Jika kelak eats Raja, ayah Pangeran William dan Pangeran Harry ini menginginkan Camilla mendampinginya sebagai Ratu. Hal ini diyakini ahli Kerajaan, Richard Fitzwilliams.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar