Soal CCTV Rumah Sambo Rusak, Komnas HAM Menduga Ada Unsur Kesengajaan

Jum'at, 05/08/2022 12:38 WIB
Tim khusus gabungan pengungkapan kasus baku tembak dua anggota Polri yakni Brigadir Yosua dan Bharada E kembali menggelar pra-rekonstruksi di kediaman Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Dren Tiga, Jakarta Sabtu (23/7). Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Inafis Polri, dan sejumlah tim gabungan lainnya berada kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo. Robinsar Nainggolan

Tim khusus gabungan pengungkapan kasus baku tembak dua anggota Polri yakni Brigadir Yosua dan Bharada E kembali menggelar pra-rekonstruksi di kediaman Kadiv Propam non aktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Dren Tiga, Jakarta Sabtu (23/7). Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Inafis Polri, dan sejumlah tim gabungan lainnya berada kediaman Irjen Pol Ferdy Sambo. Robinsar Nainggolan

Jakarta, law-justice.co - Soal rusaknya CCTV di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo yang jadi tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir J atau Yosua Hutabarat, Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menduga ada unsur kesengajaan.

Ketua Komnas HAM, Taufan Damanik menduga telah terjadi tindakan menghalangi proses hukum atau obstruction of justice dalam kasus penembakan itu.

Dia menjelaskan, keterangan berbeda-beda soal rusaknya CCTV itu menjadi indikasi.

"Kok bisa dikatakan rusak dengan keterangan yang berbeda satu dengan lainnya. Yang satu bilang disambar petir, ADC (aide-de-camp/ajudan Ferdy Sambo) bilang sudah rusak sejak lama," kata Taufan, Jumat (5/8).

"Sekarang sudah ada indikasi kuat unsur kesengajaan. Bisa disebut sebagai dugaan obstruction of justice, upaya melawan hukum yang mengganggu proses penegakan hukum," tambahnya.

Taufan mengatakan CCTV menjadi barang bukti penting dalam mengungkap peristiwa penembakan Brigadir J.

Dia menuturkan klaim polisi soal insiden saling tembak Brigadir J dengan Bharada E perlu dibuktikan.

"Untuk memastikan apakah benar ada tembak-menembak antara Bharada E dengan Yosua? Apakah hanya mereka berdua saja atau bagaimana sesungguhnya peristiwa itu terjadi," ujar dia.

Adapun menurut klaim polisi, penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo. Bharada E disebutkan mengetahui peristiwa itu karena istri Sambo berteriak dari dalam rumah.

Brigadir J melepaskan tembakan yang kemudian dibalas oleh Bharada E. Brigadir J pun tewas dalam peristiwa itu.

Saat ini, Komnas HAM melakukan penyelidikan independen terkait penembakan tersebut. Sejumlah pihak, termasuk para ajudan dan ART di rumah dinas Sambo, sudah diperiksa Komnas HAM.

 

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar