Sebut China Berhak Latihan Militer Dekat Taiwan, Rusia: Disulut AS!

Jum'at, 05/08/2022 11:52 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Business Insider).

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Business Insider).

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah Rusia secara resmi menyatakan dukungannya terhadap sekutu dekatnya, China, dengan menganggap Beijing memiliki hak berdaulat menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan.

Seperti melansir cnnindonesia.com, Pemerintahan Presiden Rusia, Vladimir Putin menuduh Amerika Serikat biang kerok yang memicu ketegangan di Selat Taiwan dengan lawatan Ketua DPR AS, Nancy Pelosi ke Taipei pada Rabu pekan ini.

"Ini adalah hak kedaulatan China," kata juru bicara Kantor Kepresidenan Kremlin, Dmitry Peskov saat ditanya wartawan soal tanggapan terkait latihan militer China pada Kamis (4/8).

"Ketegangan di kawasan dan sekitar Taiwan diprovokasi oleh kunjungan Nancy Pelosi. Itu adalah kunjungan yang sama sekali tidak perlu, sebuah provokasi yang tidak perlu," paparnya menambahkan seperti dikutip Reuters.

Ketegangan China vs Taiwan kian memanas terutama setelah Beijing menembakkan proyektil dan 11 rudal balistik ke Selat Taiwan dan sekitarnya pada Kamis (4/8) siang.

Penembakan rudal ini berlangsung kala China memulai latihan militer besar-besaran di enam titik yang mengelilingi Taiwan. Latihan itu dimulai siang hari ini sekitar pukul 12.00 waktu setempat hingga Minggu (7/8).

Simulasi perang yang mencakup latihan tembak-menembak amunisi jarak jauh ini dilakukan China kala marah dengan lawatan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan Rabu kemarin.

Menurut pantauan, terlihat beberapa proyektil kecil ditembak dari instalasi militer terdekat China sekitar pukul 13.13 waktu setempat. Gumpalan asap putih dan suara ledakan keras juga terdengar saat proyektil ditembakkan.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan China juga mulai menembakkan sejumlah rudal balistik Dongfeng di perairan timur laut dan barat daya Taiwan pada pukul 13.56 waktu setempat.

Tak hanya itu, dua rudal diluncurkan oleh China menuju kepulauan Matsu Taiwan sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Kedua rudal itu menuju ke dua titik latihan militer yang diumumkan China sebelumnya.

Sejak itu, China meluncurkan sejumlah rudal balistiknya ke kawasan itu dan mengirim puluhan jet tempur serta kapal perang ke Selat Taiwan.

Latihan militer ini pun tak hanya membuat gusar Taiwan dan AS, tapi juga tetangga China di kawasan seperti Jepang.

Sebab, sejumlah rudal yang ditembakkan China akhirnya jatuh ke perairan Jepang. Menurut Perdana Menteri Fumio Kishida, latihan militer China ini benar-benar masalah serius yang berdampak pada keamanan nasional Jepang.

 

 

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar