Diduga Tak Professional Tangani Kasus Brigadir J, 25 Polisi Diperiksa

Kamis, 04/08/2022 20:20 WIB
Bharada E yang diduga penembak Brigadir J (Tribun)

Bharada E yang diduga penembak Brigadir J (Tribun)

Jakarta, law-justice.co - Penyelidikan kasus kematian Yosua Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J terus bergulir. Kematian Brigadir J terjadi di rumah dinas mantan Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, pada 8 Juli 2022 lalu.

Setelah penetapan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E sebagai tersangka, kini kepolisian memeriksa 25 personel kepolisian yang diduga tidak professional dalam menangani kasus ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta pada Kamis (4/8/2022).

Menurut Kapolri, puluhan personel itu tengah diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Irsus) dan pemeriksaan masih berlangsung.

"Di mana 25 personel ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan penanganan TKP dan juga beberapa hal yang kita anggap membuat proses olah TKP dan juga hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan," kata Listyo dalam konferensi pers, Kamis (4/8).

Dua puluh lima personel ini antara lain tiga jenderal bintang satu, lima Kombes, tiga AKBP, dua Kompol, tujuh perwira pertama, serta bintara dan tamtama sebanyak lima personel.

"Oleh karena itu terhadap 25 personel yang saat ini telah dilakukan pemeriksaan kita akan menjalankan proses pemeriksaan terkait dengan pelanggaran kode etik," tutur Listyo.

Listyo menyebut jika dalam pemeriksaan ditemukan ada unsur pidana, maka proses hukum akan dilakukan terhadap yang bersangkutan.

"Dan tentunya apabila ditemukan adanya proses pidana kita juga akan memproses pidana yang dimaksud," ucap Listyo.

Diketahui, polisi telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Dalam kasus ini, Bharada E dijerat dengan Pasal 338 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 56 KUHP.

 

(Rio Rizalino\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar