Sampaikan Kondisi Mengerikan, Jokowi Minta Masyarakat RI Banyak Berdoa

Selasa, 02/08/2022 07:14 WIB
Presiden Joko Widodo di Rapat Kerja Nasional ICMI (Dok.Setpres)

Presiden Joko Widodo di Rapat Kerja Nasional ICMI (Dok.Setpres)

Jakarta, law-justice.co - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa dunia pada saat ini tidak berada dalam posisi yang baik-baik saja.

Dunia yang belum sepenuhnya pulih karena pandemi Covid-19, dikejutkan kembali dengan perang Rusia-Ukraina yang membawa dampak berbagai aspek.

"Muncul krisis pangan, krisis energi juga sama, gas sampai harganya lima kali lipat, bensin naik dua kali lipat. Inilah kesulitan-inilah yang dialami hampir semua negara," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam pembukaan acara Zikir dan Doa Kebangsaan 77 Tahun Indonesia Merdeka di halaman depan Istana Merdeka, Senin (1/8) malam.

Jokowi mencontohkan dampak terdekat dari perang Ukraina dengan Rusia yang membawa masalah pangan di berbagai benua.

Ukraina yang merupakan pengimpor gandum tidak bisa mengekspor barang pangannya akibat perang dengan Rusia.

Jokowi pun mendapatkan kabar itu saat menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy beberapa waktu lalu.

"Ada stok di Ukraina di gudang 22 juta ton, stok proses panen 55 juta. Artinya 77 juta gandum di Ukraina enggak bisa keluar karena perang," kata dia.

Di Rusia, lanjut Jokowi, dirinya juga menerima kabar yang sama dari Presiden Vladimir Putin.

"Stok gandum di Rusia 130 juta ton, berarti Ukraina plus Rusia jumlah stok gandum ada 207 juta ton. Bukan 207 ton, tetapi 207 juta ton, ini yang mengakibatkan 333 juta orang kelaparan," kata dia.

Jokowi juga memprediksi enam bulan ke depan 800 juta orang akan kelaparan akut karena tidak ada yang dimakan.

"Sekali lagi, alhamdulilah, beras di Australia masih bisa kita cari dan tidak naik sekali. Ini patut kita syukuri berkat kerja keras bapak ibu, berkat ikhitar gotong royong kita bersama-sama," kata Jokowi.

Oleh karena itu, Jokowi menilai negara kecil maupun besar mengalami hal yang sama, sehingga muncul krisis ketiga. Jokowi mengatakan fase ketiga ini ialah krisis keuangan.

"Beberapa negara yang tidak kuat ambruk karena sudah tidak memiliki uang cash baik untuk membeli energi bensin dan gas atau membeli pangan. Sekali lagi, marilah kita berdoa bersama, zikir bersama, memohon kepada Allah SWT agar negara kita selalu dilimpahi energi dan pangan dan kita tidak kekurangan akan hal itu. Dan kita berusaha berikhtiar bersama-sama agar kita justru melimpah dan bisa membantu negara-negara lain yang sedang kesulitan saat ini," kata dia.

 

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar