Anies Berhasil Bangun Mental Warga, Masa Depan Jakarta Terjamin

Jum'at, 29/07/2022 11:47 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat gelar salat Id di JIS (detik)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat gelar salat Id di JIS (detik)

Jakarta, law-justice.co - Masa depan DKI Jakarta disebut dipastikan akan terjamin. Pasalnya, Kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan diyakini telah membuat pondasi ibukota lebih kuat. Tidak hanya soal infrastruktur, Anies juga telah menyasar pembangunan mental warganya.

Atas dasar itu, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa cukup optimis Jakarta akan baik-baik saja setelah Anies meletakkan jabatannya pada 16 Oktober 2022 mendatang.

“Saya optimistis, masa depan Jakarta akan baik-baik saja, dengan atau tanpa Anies Baswedan. Kalau kita mengatakan kepada Anies, ‘tanpa Anda Jakarta akan rusak’, dia pasti akan kecewa (pada pernyataan Anda). Karena itu berarti Anda mengatakan bahwa ia gagal membangun mental warga Jakarta,” ujarnya, Kamis (28/7).

Menurut Teguh, Anies bukan orang yang melulu mengejar pembangunan fisik. Namun mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI itu juga mengajarkan kepada masyarakat bahwa terpenting dalam demokrasi adalah manusianya.

"Namanya juga demos dan cratos, rakyat memimpin," lanjut Teguh yang disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema "Quo Vadis Jakarta Paska Anies" yang digelar Jakarta Initiative di Pondok Rangi Resto and Coffe, Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu.

Mengenai siapa tokoh yang pantas mengemban amanah sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta nanti, Teguh mengatakan, ada beberapa nama yang disebut-sebut pantas.

“Di Kementerian Dalam Negeri ada banyak pejabat yang dapat diandalkan dan pernah mendapat kepercayaan memimpin di beberapa provinsi. Ada yang telah melakukan tour of duty yang cukup memadai,” kata Teguh yang juga seorang dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Idealnya, sambung Teguh, Pj Gubernur DKI Jakarta harus punya jarak dengan yang ada sekarang. Di sisi lain, bila terlalu politis, maka terlalu berisiko.

“Sebaiknya memang birokrat murni. Tugasnya menjaga agar dalam masa transisi yang menurut kita terlalu panjang, tidak terlalu banyak simpangan dan atraksi yang bisa keluar dari apa yang kita harapkan,” tutup Teguh.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar