Kinerja Panglima Andika Disebut Terpengaruh Kepentingan Politik

Senin, 25/07/2022 19:30 WIB
Jenderal Andika Perkasa. (Tangkapan layar YouTube DPR RI)

Jenderal Andika Perkasa. (Tangkapan layar YouTube DPR RI)

Jakarta, law-justice.co - Sikap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dibandingkan saat sama-sama diusung jad bakal Capres.

Pengamat Pertahanan dan Keamanan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Robi Sugara menyebut terdapat pebedaan terkait kinerja Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.


Kinerja Andika sebagai panglima TNI dinilai terpengaruh kepentingan politik.

Hal itu terjadi sejak Andika diumumkan sebagai satu dari tiga bakal calon presiden 2024 yang akan diusung oleh Partai Nasdem.

Selain Andika Perkasa, dua calon lainnya yang akan diusung oleh Nasdem adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Robi menyebut ada dua alasan kinerja Andika sebagai Panglima TNI berpotensi ganda dengan kepentingan politik pribadinya.

Pertama, pengumuman akhir pengusungan calon presiden secara definitif dari Nasdem kemungkinan akhir tahun ini.

Andika dengan jabatan yang dipimpinya akan memanfaatkan power tersebut untuk mempengaruhi Nasdem mengusungnya, sebab secara personal Andika seperti membiarkan usulan dari Nasdem tersebut dan ini berpotensi abuse of power, ungkap pengajar pengkajian stratejik FISIP UIN Syarif Hidatullah Jakarta, Minggu (24/7/2022).

Lebih lanjut, Robi melihat beda sikap antara Andika dengan Panglima TNI 2015-2017 Gatot Nurmantyo.

Gatot secara tegas ketika menjabat sebagai panglima mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencalonkan atau tidak bersedia dicalonkan sebagai presiden selagi dirinya menjabat sebagai Panglima TNI.

Jadi pilihan buat Andika ada dua yaitu mengundurkan diri atau dirinya mengatakan bahwa dirinya tidak bersedia dicalonkan, saran Robi.


Alasan kedua, menurut Robi ketika tidak ada sikap yang jelas oleh Andika, maka pekerjaannya sebagai Panglima TNI berpotensi menjadi tidak professional.

Sebab apapun yang akan dilakukaannya saat ini pasti syarat ditunggangi dengan pencitraan dirinya untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas, kata Robi.

Secara regulasi, Robi mengatakan bahwa tidak ada yang dilanggar oleh Andika dalam tindakannya ini tetapi secara etika ini menciderai profesionalitas TNI di kemudian hari.

Sebab ketika nama Andika masuk ke bursa capres, itu sudah pasti ditarik pada kepentingan politik sementara dirinya masih menjabat sebagai panglima TNI dan ini tentu berbeda dengan kasus Anis dan Ganjar yang keduanya menempati jabatan politik, ujar Robi.

Nasdem tetap pilih Jenderal Andika

Ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan mengatakan, Nasdem akan memilih satu dari tiga nama yang diusung sebagai calon presiden (capres) berdasarkan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pertengahan Juni lalu.

Adapun tiga nama yang diusung Nasdem sebagai capres berdasarkan hasil Rakernas, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Andika Perkasa.

"Saya rasa tidak mungkin Nasdem akan keluar dari tiga calon ini," kata Zulfan di acara diskusi Total Politik, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (17/7/2022).

Zulfan mengatakan, hasil Rakernas yang mengusulkan tiga nama capres itu bagaikana harga mati bagi Partai Nasdem.

Sebab, menurut dia, jika tiga nama itu tidak diusun, pada akhirnya akan berdampak buruk bagi Nasdem.

"Kalau enggak, trust orang terhadap Nasdem ini bisa turun kalau tidak berdasarkan hasil Rakernas ini," kata dia.

Menurut Zulfan, hanya ada satu faktor yang bisa membuat Nasdem tidak mengusung ketiga nama tersebut.

Faktor itu yakni peristiwa politik yang membuat tiga calon itu tidak bisa dimajukan sebagai capres. "Kalau masih bisa dicalonkan kita tidak bisa lari dari tiga calon ini," ucap dia.

Sebelumnya, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Jenderal Andika Perkasa menjadi nama yang diusulkan Partai Nasdem menjadi kandidat capres Pemilu 2024.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yakin tim Steering Committee Rakernas Nasdem telah merenungkan ketiga nama capres itu dengan serius sebelum menyerahkan nama-nama itu kepadanya.

"Rekomendasi yang ditujukan kepada saya, dengan amanah rakernas ini memutuskan menetapkan rekomendasi nama-nama bakal capres RI yang akan diusung Partai Nasdem pada Pemilu 2024 yang akan datang dari tiga nama. Tiga nama ini adalah pilihan saudara-saudara," kata Surya Paloh.

"Saya akan bacakan, penetapan rekomendasi bakal capres pada Pemilu 2024. Pertama, Anies Rasyid Baswedan; kedua, Muhammad Andika Perkasa; ketiga, Ganjar Pranowo," kata Surya.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar