Bahlil Sebut Akibat Hal ini Investasi RI Jadi Tak Serap Tenaga Kerja

Rabu, 20/07/2022 19:40 WIB
Menteri Investasi Bahlil Lahaladia (Foto: Istimewa)

Menteri Investasi Bahlil Lahaladia (Foto: Istimewa)

Jakarta, law-justice.co - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengakui tren peningkatan investasi di Indonesia, kenyataannya tak bisa mengimbangi penyerapan tenaga kerja.


Seperti diketahui, capaian realisasi investasi pada Kuartal II-2022 mencapai sebesar Rp 302,2 triliun atau naik 7% dibandingkan dengan Kuartal II-2021 yang mencapai Rp 223 triliun.


Dari realisasi investasi tersebut, sayangnya hanya berhasil menyerap 320.534 tenaga kerja di Indonesia pada Kuartal II-2022, atau hanya naik 8.612 jika dibandingkan dengan realisasi penyerapan tenaga kerja pada Kuartal II-2021 yang mencapai 311.922.

Bahlil mengakui, bahwa realisasi investasi yang berhasil dicatatkan di Indonesia, sebagian besar adalah investasi padat modal, bukan padat karya.

"Realisasi investasi di Kuartal II-2022 harusnya terdongkrak juga lapangan pekerjaan. Memang yang paling besar adalah padat modal, mesin masuk, yang merakit mesin itu gak banyak," jelas Bahlil saat melakukan konferensi pers, Rabu (20/7/2022).

"Yang sedang kita genjot adalah investasi dengan penyerapan tenaga kerja orang terlebih dahulu. Tapi memang tidak efisien, kecepatan untuk produksi (jika menggunakan tenaga manusia). Menciptakan lapangan pekerjaan ini sedang kita siasati," kata Bahlil lagi.

Penggunaan mesin alias robot lebih diandalkan investor untuk memacu produksi ketimbang harus menggunakan tenaga kerja manusia. Apalagi kualitas SDM masih belum mumpuni.

Bahlil pun tak menampik bahwa realisasi investasi di Indonesia tidak sebanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja di tanah air.

"Pertumbuhan investasi pada Kuartal II-2022 tidak berbanding lurus dengan penciptaan lapangan pekerjaan," jelas Bahlil.

"Berarti, gak ada artinya realisasi investasi yang tinggi, tapi lapangan pekerjaan tidak naik? Iya (benar), tapi investasi saat ini industri berjalan dan itu menciptakan multiplier effect," ujar Bahlil lagi.

Adapun secara kumulatif, atau sepanjang Januari-Juni 2022 investasi di Indonesia mencapai Rp 584,6 triliun atau tumbuh 32% secara tahunan (year on year). Namun hanya berhasil menyerap 639.547 orang.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar