Seorang Ibu Meninggal Akibat Tolak Pembersihan Lahan di Sumut

Jum'at, 24/06/2022 12:53 WIB
Seorang ibu di Deliserdang, Sumut meningga saat tolak pembersihan lahan (liputan6)

Seorang ibu di Deliserdang, Sumut meningga saat tolak pembersihan lahan (liputan6)

Deliserdang, Sumut, law-justice.co - Seorang ibu harus meregang nyawa karena berkukuh untuk menolak pembersihan lahan milik PTPN 2 di Dusun III Bekala, Desa Simalingkar A, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang, Sumateran Utara. Untuk menolak aksi tersebut, kelompok tani Forum Kelompok Tani Laucih (FKTL)berunjuk rasa yang akhirnya berujung ricuh.

Dalam video viral di media sosial, sekelompok ibu-ibu menolak lahan tersebut dilakukan pembersihan. Sebab, mereka mengklaim lahan tersebut milik mereka. Ibu-ibu itu terlibat adu mulut dengan petugas kepolisian yang berjaga di sana.

"Gak diakui surat kami, itulah hati preman kalian aparat," teriak para pedemo.

Narasi video menuliskan bahwa seorang ibu harus meregang nyawa demi mempertahankan tanahnya. Warga berusaha menghentikan buldozer di lahan pertanian masyarakat yang berada di Dusun lll Bekala itu.

"Warga berusaha mengadang dan menghentikan buldozer. Warga kontak fisik dengan sekelompok preman PT. Propernas Nusa Dua, plus aparat kepolisian dari Sabhara. Setelah kontak fisik terjadi salah seorang warga bu Erni yg turut menghadang pembuldozeran tak kuat melihat keadaan," cuit akun bernama Roy Murtadho.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi menjelaskan kejadian berawal saat para pekerja melakukan pembersihan lahan tersebut pada Kamis (23/6). Pembersihan lahan itu mendapat pengamanan 10 personel Sabhara Polda Sumut.

Kemudian pukul 09.45 WIB, datang sekelompok ibu-ibu yang merupakan petani FKTL ke lokasi itu. Mereka melakukan pengadangan dan menghentikan alat berat yang digunakan untuk membersihkan lahan itu.

Menurut Hadi petugas di lapangan berhasil negosiasi dan ibu-ibu tersebut membubarkan diri kembali ke posko FKTL. Lalu pada pukul 09.50 WIB, seorang ibu bernama Erni Br Pinem (41 ) pingsan di posko FKTL.

Wanita tersebut kemudian dilarikan ke RSUP H Adam Malik Medan. Dari keterangan tim medis, korban meninggal saat di perjalanan ke rumah sakit.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter RSUP H Adam Malik tidak ada ditemukan tanda-tanda penganiayaan," ucap Hadi kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/6).

Hadi meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa korban meninggal akibat bentrokan di lokasi lahan. Menurut Hadi tidak terjadi bentrokan antara warga dan petugas di lokasi kejadian.

"Tidak ada bentrokan, dari keterangan saksi di lapangan, Ibu Erni itu tiba-tiba jatuh. Atas kejadian tersebut pihak keluarga tidak ada keberatan dan membuat surat pernyataan tidak keberatan, dan keluarga membawa korban ke Kabanjahe untuk dikebumikan," jelasnya.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar